Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Desember 2015 | 00.30 WIB

Bagian 1: Yang Batal Berpesta di Pilkada, Kontestan Capek

IKUT MEMILIH: Gairah pemilihan cagub dan cawagub Suluttahun ini turut dirasakan para penyandang tunanetra. Meski tak dapat melihat secara langsung para calon, mereka tetap ingin menentukan calon mereka masing-masing. Terpantau, Rabu (9/12), dua penyandang - Image

IKUT MEMILIH: Gairah pemilihan cagub dan cawagub Suluttahun ini turut dirasakan para penyandang tunanetra. Meski tak dapat melihat secara langsung para calon, mereka tetap ingin menentukan calon mereka masing-masing. Terpantau, Rabu (9/12), dua penyandang

Tertundanya pilwali Manado turut menurunkan gairah mencoblos di pilgub Sulut. Paslon pilgub Kalteng yang menang gugatan minta KPU tak kasasi.



Waktu untuk mencoblos masih tersisa dua jam. Namun, Deisy Palandouw sudah yakin jumlah partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur Sulawesi Utara, Rabu (9/12) bakal anjlok.



"Ini dari pantauan saya. Hingga pukul 11.00 (Wita), baru sekitar 40 persen yang menggunakan suara di Kecamatan Mapanget," ujar ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mapanget, Kota Manado, itu kepada Manado Post (Jawa Pos Group).



Di beberapa TPS (tempat pemungutan suara) yang dia datangi, suasananya terlihat sepi. Padahal, warga Manado umumnya punya kebiasaan nongkrong sampai penghitungan suara tiap kali ada pemilihan.



Itu tak terlihat kemarin. "Kata mereka (warga) sudah tidak semarak lagi karena tidak ada pilwali (pemilihan wali kota)," kata Deisy.



Ya, Manado memang termasuk salah satu daerah yang pilwalinya harus ditunda. Pemicunya, putusan sela PTUN yang menunda keputusan KPU yang membatalkan pasangan calon Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud.



Selain Manado, ada empat pesta demokrasi lain yang tak bisa dihelat berbarengan dengan pilkada serentak kemarin.



Yakni, pilgub (pemilihan gubernur) Kalimantan Tengah, pilbup (pemilihan bupati) Fakfak, pilbup Simalungun, dan pilwali Pematangsiantar.



Penyebabnya serupa: gugatan pasangan calon (paslon) yang dibatalkan pencalonannya ke PTUN. Di Kalteng dan Fakfak sudah ada putusan pembatalan SK KPU. Sedangkan di Manado, Simalungun, dan Pematangsiantar, yang ada baru berupa putusan sela.



Minimnya gereget pilgub Sulut akibat penundaan pilwali Manado itu juga bisa dilihat di TPS 9, Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. Di antara 410 pemilih terdaftar, hanya 153 yang menggunakan hak pilih.  



Sementara itu, reaksi para paslon di Manado beragam. Cawali Hanny Joost Pajouw, misalnya, mengaku kecewa. Sebab, dia sudah mempersiapkan diri sampai hari pencoblosan.



"Sudah banyak waktu yang dikorbankan. Sudah cukup capek setelah sekian lama mempersiapkan (diri)," ujarnya saat ditemui di sela-sela pencoblosan di TPS 6, Kelurahan Kairagi 1, Manado.



Adapun cawali Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan mengaku tak terlalu terpengaruh. Mereka mendukung keputusan KPU dan yakin para pendukungnya mengerti. (jawapos)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore