
IKUT MEMILIH: Gairah pemilihan cagub dan cawagub Suluttahun ini turut dirasakan para penyandang tunanetra. Meski tak dapat melihat secara langsung para calon, mereka tetap ingin menentukan calon mereka masing-masing. Terpantau, Rabu (9/12), dua penyandang
Tertundanya pilwali Manado turut menurunkan gairah mencoblos di pilgub Sulut. Paslon pilgub Kalteng yang menang gugatan minta KPU tak kasasi.
Waktu untuk mencoblos masih tersisa dua jam. Namun, Deisy Palandouw sudah yakin jumlah partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur Sulawesi Utara, Rabu (9/12) bakal anjlok.
"Ini dari pantauan saya. Hingga pukul 11.00 (Wita), baru sekitar 40 persen yang menggunakan suara di Kecamatan Mapanget," ujar ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mapanget, Kota Manado, itu kepada Manado Post (Jawa Pos Group).
Di beberapa TPS (tempat pemungutan suara) yang dia datangi, suasananya terlihat sepi. Padahal, warga Manado umumnya punya kebiasaan nongkrong sampai penghitungan suara tiap kali ada pemilihan.
Itu tak terlihat kemarin. "Kata mereka (warga) sudah tidak semarak lagi karena tidak ada pilwali (pemilihan wali kota)," kata Deisy.
Ya, Manado memang termasuk salah satu daerah yang pilwalinya harus ditunda. Pemicunya, putusan sela PTUN yang menunda keputusan KPU yang membatalkan pasangan calon Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud.
Selain Manado, ada empat pesta demokrasi lain yang tak bisa dihelat berbarengan dengan pilkada serentak kemarin.
Yakni, pilgub (pemilihan gubernur) Kalimantan Tengah, pilbup (pemilihan bupati) Fakfak, pilbup Simalungun, dan pilwali Pematangsiantar.
Penyebabnya serupa: gugatan pasangan calon (paslon) yang dibatalkan pencalonannya ke PTUN. Di Kalteng dan Fakfak sudah ada putusan pembatalan SK KPU. Sedangkan di Manado, Simalungun, dan Pematangsiantar, yang ada baru berupa putusan sela.
Minimnya gereget pilgub Sulut akibat penundaan pilwali Manado itu juga bisa dilihat di TPS 9, Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea. Di antara 410 pemilih terdaftar, hanya 153 yang menggunakan hak pilih.
Sementara itu, reaksi para paslon di Manado beragam. Cawali Hanny Joost Pajouw, misalnya, mengaku kecewa. Sebab, dia sudah mempersiapkan diri sampai hari pencoblosan.
"Sudah banyak waktu yang dikorbankan. Sudah cukup capek setelah sekian lama mempersiapkan (diri)," ujarnya saat ditemui di sela-sela pencoblosan di TPS 6, Kelurahan Kairagi 1, Manado.
Adapun cawali Godbless Sofcar Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan mengaku tak terlalu terpengaruh. Mereka mendukung keputusan KPU dan yakin para pendukungnya mengerti. (jawapos)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
