
Menpora Imam Nahrawi saat menjenguk Kurnia Sandy di RSUD Sidoarjo, Minggu (25/10).
Kurnia Sandy tak lagi mengenal siapa pun, apa pun. Sang istri menduga suaminya itu tertekan karena kondisi sepak bola Indonesia yang berdampak pada karier kepelatihannya.
MIFTAKHUL F S, Sidoarjo
Hati Ari Listiyowati terkoyak Jumat malam (23/10). Sang suami, Kurnia Sandy, tiba-tiba tidak mengenal apa pun dan siapa pun. Tidak terkecuali dirinya. Sandy kehilangan ingatan, bahkan terhadap dirinya sendiri.
Dada Ari bertambah sesak saat ada tetangganya di Perumahan Pondok Mutiara, Sidoarjo, Jawa Timur, yang bertamu. Sandy ternyata juga tak lagi mengenali sang tetangga.
Padahal, mantan kiper nomor satu tim nasional Indonesia itu selama ini sangat akrab dengan tetangga tersebut. Sandy justru tampak linglung.
Perempuan 37 tahun itu berusaha membesarkan diri. Dia lantas mengajak Sandy beristirahat. Apalagi sejak Rabu dini hari (21/10) badan Sandy meriang.
Harapannya, esoknya kiper yang pernah berguru ke Italia bersama Primavera itu kembali ingat. Kembali mengenali semua yang memang selama ini dikenalnya.
Tapi, harapan tersebut pupus. Bukannya mengingat, pria 40 tahun itu justru bertambah linglung. "Saya lalu mengajaknya jalan-jalan agar dia segar kembali. Saya ajak makan bubur," ungkap Ari.
Sepanjang perjalanan, tak ada kata yang terucap dari mantan kiper Sampdoria tersebut. Pria 40 tahun itu lebih asyik memainkan sabuk pengaman yang dikenakannya. Seolah tidak ada orang di sampingnya. Seakan tidak ada yang mengajaknya ngobrol.
Ari lagi-lagi berusaha tenang. Sampai akhirnya, anak pertamanya, Shafira Nuril Izzah, pulang sekolah. Saat Zaza -panggilan Shafira Nuril Izzah- menginjakkan kaki di rumah, Ari berusaha bertanya kepada Sandy tentang siapa yang datang. Pertanyaan yang bukannya menggelitik Sandy, tapi malah menggagetkan Zaza.
"Pi, ini siapa?" kata Zaza menirukan pertanyaan mamanya.
Gadis 17 tahun itu benar-benar bingung. Sebab, pertanyaan mamanya sangat aneh dan tidak lazim. Zaza baru menyadari kalau tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu ketika Sandy tak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Pelajar kelas 2 SMA Muhammadiyah 1 Sidoarjo itu baru sadar kalau papanya sakit.
"Akhirnya, memang ada jawaban. Tapi, responsnya sangat lambat. Sekitar 5 menit," ujar Zaza.
Seperti Ari, hati Zaza pun terkoyak atas kondisi sang bapak. Padahal, sebagai kiper, refleks atau respons Sandy seharusnya sangat cepat. Selama ini, dia pun dikenal seperti itu.
Tak putus asa, Ari dan Zaza berusaha terus mengajak Sandy berkomunikasi. Tapi, mantan kiper Arema Malang dan Persebaya Surabaya itu tetap tak merespons. "Saya lalu komunikasikan ini dengan Kurus,"papar Ari.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
