Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 00.26 WIB

Andika Rama Maulana, Gamers yang Sukses Menjajal Sirkuit Silverstone, Inggris

Andika Rama Maulana menujukkan thropy miliknya saat menjadi juara 2 Nissan GT Academy di Inggris (04/09/2015). - Image

Andika Rama Maulana menujukkan thropy miliknya saat menjadi juara 2 Nissan GT Academy di Inggris (04/09/2015).

Piawai mengemudikan mobil di dunia maya mengantarkan Andika Rama Maulana ke arena balapan yang sesungguhnya. Dia berhasil menjajal Sirkuit Silverstone, Inggris, dan sukses naik podium juara.





DODY BAYU PRASETYO, Bekasi



ANGGAPAN bahwa seorang gamer hanya piawai di depan layar kini dipatahkan Andika Rama Maulana. Pria 21 tahun itu sehari-hari menghabiskan banyak waktu di depan komputer untuk nge-game, terutama yang bergenre balapan mobil.



Tapi, dari kebiasaan itu pula, belum lama ini (20 Agustus 2015) dia sukses membawa pulang piala dari ajang balapan mobil Nissan GT Academy Asia 2015 yang digelar di Sirkuit Silverstone, Northampton, Inggris.



Ajang balapan yang diadakan perusahaan mobil raksasa Nissan tersebut memang dikhususkan bagi para gamer yang menyukai jenis permainan balap mobil dari konsol PlayStation, Gran Turismo, sekaligus terobsesi menjadi pembalap mobil sungguhan. Meski ajang itu ada sejak 2008, baru tahun ini Indonesia mengirimkan sejumlah gamer terbaik untuk mengikutinya. Mereka berduel dengan peserta dari empat negara Asia lainnya, yakni Filipina, Jepang, Thailand, dan India.



Meski prestasinya di sirkuit cukup membanggakan, Rama memang bukan pembalap mobil profesional. Dia lebih senang tetap disebut sebagai gamer daripada pembalap. Meski, menjadi pembalap mobil adalah cita-cita terbesarnya sejak kecil.





Itu bisa dilihat dari barang-barang yang dia koleksi. Di rumahnya, Rama mengoleksi beberapa setir "mobil balap". Setir-setir itu juga hanya dia gunakan untuk bermain game. Lengkap dengan gagang kopling serta rem dan gasnya.



"Sejak 2010, kalau main game balapan, aku memang pakai setir biar benar-benar merasakan sensasinya nyetir mobil balap sungguhan," kata Rama sambil menunjukkan satu set peralatan game-nya.



Namun, kini setir-setir yang tadinya hanya dibuat untuk bermain game itu dapat mengantarnya mengikuti ajang balapan mobil bergengsi untuk pembalap mobil amatir di Nissan GT Academy Asia 2015. Pria yang tinggal di Bekasi tersebut mengaku sama sakali tidak menyangka menjadi satu di antara enam gamer yang akan menjadi pembalap mobil untuk diterbangkan ke Inggris.



"Awalnya iseng ikutan pendaftaran Nissan GT Academy secara offline pada Mei lalu," ujarnya.



Waktu itu pendaftaran dibuka di tiga tempat. Yakni, Mal Taman Anggrek, Mal Kepala Gading, dan Surabaya. "Yang ikut ribuan, kayaknya sampai 10 ribuan" sambung Rama.



Itu baru jumlah pendaftar yang ikut melalui offline atau langsung datang ke lokasi pendaftaran. "Yang mendaftar secara online lebih buanyak lagi," katanya dengan mata mendelik.



Juni lalu dia menembus 20 besar dari pendaftar yang masuk melalui jalur offline maupun online. Rama menjelaskan, 20 orang yang terpilih tersebut kembali menjalani serangkaian tes di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Di sana tesnya lebih berat lagi.



"Ada tes fisik dan stamina yang lumayan berat. Daripada nanti celaka di sirkuit, lebih baik dites dulu fisiknya dari awal," tuturnya.  



Selain dites fisik dan stamina, dia dan 19 peserta lainnya diuji dalam mengendarai mobil sungguhan di arena sirkuit. "Bukan mobil balap sih, tapi Nissan standar dan masih pabrikan. Kami diuji dalam pengambilan keputusan saat berkendara dan mengerem," terang dia.

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore