
TURUN-TEMURUN: Abdul Rahman Al Harby (kiri) dan berbincang dengan penerjemah Ridwan Said di lokasi penjemuran kurma di pinggiran Madinah.
Terhampar di hadapan mata pepohonan kurma dari jenis yang terkenal seperti ajwah, sekki, dan sukkary. Konon, ada lebih dari 90 jenis kurma di dunia.
Tapi, hanya 60 jenis di antaranya yang ditanam di Al Barokah, perkebunan kurma terbesar di dekat Masjid Quba, Madinah. Di antara 60 jenis kurma tersebut, cuma 5 yang jadi favorit pembeli, yaitu ajwah, amber, deglet noor, mozafati, dan sukkary.
Memang bagi orang awam, seolah semuanya sama. Padahal tidak. ”Lihat saja daunnya untuk membedakan, pasti terlihat kurma dari jenis apa,” kata pengelola kebun kurma Al Barokah Husam bin Hamdan Al Harby.
Beberapa pohon kurma yang tak jauh dari tempat berteduh pengunjung sedang berbuah. Buahnya masih muda dan berwarna merah.
Satu pohon bisa menghasilkan 150 sampai 200 kilogram kurma, bergantung jenisnya.
Khusus kurma ajwah, rata-rata satu pohon bisa menghasilkan 150 kilogram per tahun. Tapi, menurut Ahmad Fauzan, pengurus kebun dari Indonesia, dari setiap pohon, bisa dipanen 800 kg kurma jika musim sedang baik.
”Ramadan lalu kurma malah tidak berbuah, tapi bulan haji ini kurma sedang banyak-banyaknya,” jelas Fauzan, yang sudah tujuh tahun bekerja di kebun tersebut.
Kurma biasanya berbuah sekali dalam setahun. Dibutuhkan waktu enam bulan mulai pohon kurma berbunga sampai bisa dipanen.
Bila mulai menua, biasanya buah kurma yang masih berada di pohon ditutup dengan jaring. Itu dilakukan agar tidak banyak kurma yang jatuh serta dimakan burung.
Meskipun hanya panen satu kali dalam setahun, kurma bisa awet disimpan asal tidak terkena sinar matahari. Kalau tidak, kurma menjadi keras. Jadi, kurma cukup dijemur sekali setelah panen, setelah itu dikemas.
Kebetulan, ketika berkunjung ke Al Barokah, Jawa Pos menyaksikan penjemuran sampai pengemasan buah itu. Kurma jenis ajwah yang selesai dijemur dimasukkan ke kardus dengan takaran 20 kilogram.
Menurut Husam, tidak sulit sebetulnya memelihara pohon kurma. Cukup memberikan pupuk dan air agar pohon bisa tumbuh dengan baik. ”Kemungkinan pohon kurma terserang penyakit juga kecil,” ungkap dia.
Bukan hanya perawatan, penanaman kurma sebenarnya juga terbilang mudah. Tunas diambil dari sekitar pohon kurma yang sudah tua. Kalau ditanam dari biji, sangat sulit untuk tumbuh. Kalaupun pohon kurma tumbuh, usia berbuahnya sangat lama.
Bila ditanam dari tunas dengan tinggi sekitar 1 meter, hanya dibutuhkan empat sampai lima tahun untuk berbuah. ”Biasanya, pohon kurma bisa berumur sampai 75 tahun,” terang dia. (Endrayani Dewi/ttg/bersambung-2)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
