Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2015 | 11.50 WIB

Mengunjungi Kebun Kurma di Dekat Masjid Quba, Ada 60 Jenis

TURUN-TEMURUN: Abdul Rahman Al Harby (kiri) dan berbincang dengan penerjemah Ridwan Said di lokasi penjemuran kurma di pinggiran Madinah. - Image

TURUN-TEMURUN: Abdul Rahman Al Harby (kiri) dan berbincang dengan penerjemah Ridwan Said di lokasi penjemuran kurma di pinggiran Madinah.

Terhampar di hadapan mata pepohonan kurma dari jenis yang terkenal seperti ajwah, sekki, dan sukkary. Konon, ada lebih dari 90 jenis kurma di dunia.



Tapi, hanya 60 jenis di antaranya yang ditanam di Al Barokah, perkebunan kurma terbesar di dekat Masjid Quba, Madinah. Di antara 60 jenis kurma tersebut, cuma 5 yang jadi favorit pembeli, yaitu ajwah, amber, deglet noor, mozafati, dan sukkary. 



Memang bagi orang awam, seolah semuanya sama. Padahal tidak. ”Lihat saja daunnya untuk membedakan, pasti terlihat kurma dari jenis apa,” kata pengelola kebun kurma Al Barokah Husam bin Hamdan Al Harby.



Beberapa pohon kurma yang tak jauh dari tempat berteduh pengunjung sedang berbuah. Buahnya masih muda dan berwarna merah.



Satu pohon bisa menghasilkan 150 sampai 200 kilogram kurma, bergantung jenisnya.



Khusus kurma ajwah, rata-rata satu pohon bisa menghasilkan 150 kilogram per tahun. Tapi, menurut Ahmad Fauzan, pengurus kebun dari Indonesia, dari setiap pohon, bisa dipanen 800 kg kurma jika musim sedang baik.



”Ramadan lalu kurma malah tidak berbuah, tapi bulan haji ini kurma sedang banyak-banyaknya,” jelas Fauzan, yang sudah tujuh tahun bekerja di kebun tersebut.



Kurma biasanya berbuah sekali dalam setahun. Dibutuhkan waktu enam bulan mulai pohon kurma berbunga sampai bisa dipanen.



Bila mulai menua, biasanya buah kurma yang masih berada di pohon ditutup dengan jaring. Itu dilakukan agar tidak banyak kurma yang jatuh serta dimakan burung.



Meskipun hanya panen satu kali dalam setahun, kurma bisa awet disimpan asal tidak terkena sinar matahari. Kalau tidak, kurma menjadi keras. Jadi, kurma cukup dijemur sekali setelah panen, setelah itu dikemas.



Kebetulan, ketika berkunjung ke Al Barokah, Jawa Pos menyaksikan penjemuran sampai pengemasan buah itu. Kurma jenis ajwah yang selesai dijemur dimasukkan ke kardus dengan takaran 20 kilogram.



Menurut Husam, tidak sulit sebetulnya memelihara pohon kurma. Cukup memberikan pupuk dan air agar pohon bisa tumbuh dengan baik. ”Kemungkinan pohon kurma terserang penyakit juga kecil,” ungkap dia.



Bukan hanya perawatan, penanaman kurma sebenarnya juga terbilang mudah. Tunas diambil dari sekitar pohon kurma yang sudah tua. Kalau ditanam dari biji, sangat sulit untuk tumbuh. Kalaupun pohon kurma tumbuh, usia berbuahnya sangat lama.



Bila ditanam dari tunas dengan tinggi sekitar 1 meter, hanya dibutuhkan empat sampai lima tahun untuk berbuah. ”Biasanya, pohon kurma bisa berumur sampai 75 tahun,” terang dia. (Endrayani Dewi/ttg/bersambung-2)

 

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore