Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Januari 2019 | 23.05 WIB

Tasya Kamila dan 3 Kata Ajaib Robinson Sukses Taklukkan Amerika

LULUS KULIAH: Robinson Sinurat berfoto bersama orang tua usai kelulusan di Amerika. - Image

LULUS KULIAH: Robinson Sinurat berfoto bersama orang tua usai kelulusan di Amerika.

Perjuangan Robinson Sinurat alias Obin menggapai cita-cita di Negeri Paman Sam penuh peluh. Namun optimisme dan moto hidupnya mengantarkannya pada kesuksesan. Selama hidupnya, ada tiga kata-kata yang selalu dipegangnya. 'Be honest, Be brave and Be willing,' jujur, berani dan mau berjuang.


Prayugo Utomo, Sumatera Utara


JawaPos.com – Petualangan Obin pun kembali dimulai usai lulus dari Sriwijaya pada 2013. Bertekad menggapai cita-cita, Obin tidak pulang ke kampung halaman melainkan malah mengadu nasib ke Ibu Kota.


Pehobi joging dan renang ini akhirnya mendapat tawaran kerja sebagai koordinator program di bidang kepemudaan di Global Peace Foundation. Setelah itu di Jakarta ia juga pernah bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum sebagai seorang konsultan.


Muncullah cita-cita Obin ke negara yang kini dipimpin oleh Donald Trump. Dia sempat mendapat beasiswa di University of Nebraska di Kota Omaha. Setelah empat kali mendaftar, dia ditempa selama lima minggu untuk belajar mengenai pengembangan keterlibatan warga (Civic Engagement) dan kepemimpinan.


Pada 2015, Obin terpilih mengikuti program Kemenristekdikti untuk pergi ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Dari 45 ribu orang yang mendaftar hanya 33 yang terpilih, termasuk dirinya. Kunjungannya ke Ende kemudian mendatangkan gagasan untuk membuat perpustakaan untuk anak-anak SD, SMP, dan SMA di Ende.


Setelahnya dia kembali berjuang. Obin mendaftar beasiswa untuk jenjang magister. Tepatnya di bidang sosial. Karena selama ini dia memang aktif berkegiatan di bidang sosial.


Melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Pendidikan), Obin berhasil diterima di berbagai universitas di Amerika Serikat, Australia, Belanda dan Inggris. Namun pilihannya jatuh ke Amerika Serikat. Dia mengambil jurusan social work (Pekerja Sosial).


Bahasa menjadi kendala pertama dia menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Namun dia tetap memberanikan diri untuk berbahasa Inggris kepada teman-temannya. Lambat laun dia mulai terbiasa.


Hobinya berorganisasi tetap dibawanya. Beberapa kali Obin mengikuti kegiatan berskala internasional. Termasuk konfrensi internasional di PBB New York dan berbagai pertemuan dengan mahasiswa di dunia di  Cuba hingga bertemu  Barrack Obama di Malaysia .


Bukan Obin namanya jika harus berkeluh kesah. Orang tuanya hanya mendengar kabar bahagia dari sang anak. Mei 2018 menjadi kebahagiaan yang tak terhingga bagi Obin. Dia diwisuda.


Obin pun mengundang orang tuanya untuk datang ke Amerika. Menyaksikan putra kebanggannya memakai toga berwarna biru langit.


Ada cerita menarik di balik keberangkatan orang tua Obin. Sebelum memberangkatkan orang tuanya, Obin bercerita kepada Tasya. Saat itu Obin mampir di tempat tinggal Tasya di Amerika. Kebetulan juga mereka belajar di kampus yang sama.


Obin mengatakan jika orang tuanya akan ke Amerika. Lantas Tasya menawarkan jika orang tuanya boleh berangkat dengan suami Tasya saat ini Randi Bachtiar. Hingga Randi yang menguruskan keberangkatan. Mereka pun berangkat bersama.


Saat tiba di La Guardia Airport New York City sontak Nelson melontarkan kalimat dalam Bahasa Batak. Dia takjub dengan megahnya Amerika.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore