Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 21.16 WIB

Umi Syam, Orang Indonesia Pertama dan Satu-satunya di Redaksi The New York Times

SUDAH TUJUH TAHUN: Umi Syam di depan kantor The New York Times, New York (14/6). - Image

SUDAH TUJUH TAHUN: Umi Syam di depan kantor The New York Times, New York (14/6).

Jadi Koordinator Perwajahan untuk Liputan Ibu Kota Nusantara

Umi Syam mengomandoi departemen digital news design The New York Times yang berisi 27 orang yang bertugas sebagai editor teks, foto, video, serta developer web. Berburu makanan enak di tempat mana pun yang disinggahi, katanya kepada jurnalis foto Jawa Pos HENDRA EKA yang menemuinya di New York Juni lalu, adalah cara dia mengusir jenuh.

---

DERU gilingan biji kopi terdengar kencang saat tiba di lantai 13 kafetaria milik The New York Times (NYT). Hari itu semua yang datang mendapatkan satu gelas kopi gratis dari sang barista.

Tak terkecuali Jawa Pos yang mengunjungi kantor koran berumur 172 tahun itu di kawasan Times Square New York, Amerika Serikat (AS), pada pertengahan Juni (14/6) lalu. Di gedung setinggi 52 lantai itu, Jawa Pos membuat janji temu dengan Umi Syam, perempuan Indonesia yang sudah tujuh tahun bekerja sebagai editor grafis dan multimedia di koran terpandang tersebut.

Umi, panggilannya, adalah satu-satunya orang Indonesia di sana. Sekaligus orang Indonesia pertama sepanjang sejarah redaksi koran prestisius tersebut.

NYT memberinya tanggung jawab mengoordinasi liputan-liputan yang ’’nyeleneh” hingga flagship alias prestisius. Mulai liputan khusus tentang pemilihan lagu-lagu di lokasi kampanye bakal calon presiden (bacapres) AS hingga mencari tahu bahan baku makanan apa saja yang terdampak inflasi tertinggi di Kota si Apel Besar, julukan New York.

Untuk liputan lagu-lagu kampanye, Umi bekerja sama dengan reporter politik NYT Astead Herndon menganalisis hasil rekaman seluruh lagu yang diputar saat kampanye sepuluh bakal calon presiden (bacapres). Dia sendiri terkejut dengan hasilnya.

Banyak musik tak terduga yang ternyata disukai para kandidat. ’’Kami melibatkan music critic Jon Caramanica juga biar bisa bantu menganalisis. Ada sesuatu nggak sih di dalam (playlist) ini,” kata Umi.

Sudah tujuh tahun perempuan asal Jogjakarta itu bergabung dengan NYT. Dia diterima bekerja di sana saat menyelesaikan S-2 di Parsons School of Design, The New School, New York.

Ketika itu sebenarnya dia juga diterima di Spotify. Tapi, karena prosesnya lebih cepat, Umi yang pada 2012–2014 sempat bekerja di Microsoft di Indonesia itu akhirnya memilih bergabung dengan NYT.

Dalam masa tujuh tahun itu, dia antara lain sempat menjadi koordinator perwajahan NYT untuk liputan berita ibu kota baru Indonesia (Ibu Kota Nusantara) di Kalimantan Timur.

Dari liputan musik kampanye tadi, Umi menemukan bahwa para kandidat rupanya memanfaatkan lagu-lagu bertema cinta di setiap kampanye. ’’Kami analisis lagunya, pesan apa yang mau disampaikan. Ternyata, ada kata love di tiap playlist semua kandidat,” katanya.

Ada juga, lanjut dia, Kemala Harris yang kalau naik dan turun panggung ternyata pakai lagu yang sama. Liriknya mengandung pesan-pesan women power.

Di koran yang memiliki hampir 8,4 juta pelanggan itu, Umi menjadi koordinator bagi 27 pekerja grafis lain. Di departemen digital news design yang dia komandoi, Umi bekerja sama dengan editor teks, foto, video, dan developer web.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore