IMPIAN BESAR: Asyifa Sholawa Farizqi (kanan) saat memanasan sebelum latihan (5/7).
Di Supersoccer Arena, Kudus, bakat-bakat belia dari turnamen yang diadakan Djarum Foundation diberi kesempatan berlatih sebelum diarahkan ke SSB dan nantinya ke akademi klub-klub. Seperti di badminton, salah satu mimpi besarnya adalah menyatukan bangsa lewat olahraga.
RIZKY AHMAD FAUZI, Kudus
---
MIMPI Asyifa Sholawa Farizqi tinggi: dia ingin jadi pesepak bola profesional. Raihan sebagai top scorer di turnamen yang diikuti siswi kelas II SD itu bulan lalu menjadi salah satu fondasinya.
Fondasi lain tentu latihan keras. Seperti yang dia jalani Rabu sore dua pekan lalu (5/7) di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama para pemain lain yang terjaring dari U-13 Milk Life Soccer Challenge 2023 pada 15–18 Juni lalu.
’’Senang sekali bisa berlatih di sini,” kata siswi SD 2 Rendeng, Kabupaten Kudus, itu kepada Jawa Pos.
Dari arena yang dibangun Djarum Foundation tersebut, memang diharapkan bisa lahir pesepak bola-pesepak bola putri andal yang nantinya mampu menerbangkan prestasi sepak bola Indonesia. Karena itu, arena dengan luas lahan 35.262 meter persegi dan luas bangunan 800 meter persegi tersebut dilengkapi beragam fasilitas.
Di antaranya, lapangan dengan kualitas rumput yang terjaga. Juga, tribun di sisi barat berkapasitas 1.100 penonton. Lalu, kamar ganti pemain dengan shower dan penerangan otomatis.
Tania Anggriani Arbi di Supersoccer Arena, Kudus.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation Tania Anggriani Arbi menyebut Supersoccer Arena dibangun tak lepas dari minimnya perhatian terhadap sepak bola putri. Sepak bola putri, lanjut Tania, belum semarak di level akar rumput.
Karena itulah, Djarum yang sebelumnya identik dengan badminton kini mulai terjun membantu. Gelaran Milk Life Soccer Challenge kategori U-11 dan U-13 bulan lalu salah satu caranya.
Rencananya, setiap tahun turnamen tersebut diselenggarakan sebanyak empat kali. ’’Tapi, karena tahun ini yang pertama baru terselenggara Juni, kemungkinan tahun ini tiga kali. Tahun berikutnya baru empat kali,’’ tuturnya.
Gol utamanya untuk saat ini pemassalan. Karena itu, pihaknya menyasar anak-anak SD dan nantinya mendorong mereka masuk sekolah sepak bola (SSB). Setelah dari SSB, barulah ke akademi di bawah naungan klub-klub seperti PSIS Semarang, Persis Solo, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan lainnya.
’’Itu nanti yang kami ajak untuk talent scouting kayak audisi (badminton). Tapi, bukan dari PB Djarum-nya, bukan dari Djarum Foundation-nya, kami akan ajak teman-teman yang dari akademi itu,’’ tutur putri Hastomo Arbi, salah seorang legenda bulu tangkis tanah air, itu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
