Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Desember 2016 | 16.12 WIB

Jolo Sukmo, Grup Band Metal yang Usung Budaya Jawa, Hampir Semua Lirik Lagu Berisi Petuah Hidup

TOTALITAS: Penampilan Jolo Sukmo dalam sebuah event di luar daerah. - Image

TOTALITAS: Penampilan Jolo Sukmo dalam sebuah event di luar daerah.

Musik metal identik dengan hal negatif karena penampilan personel band yang sangar dan jauh dari kesan rapi. Namun, tidak semua demikian. Salah satunya band metal Jolo Sukmo.





WHENDY GIGIH PERKASA, Tulungagung





SEBUAH rumah di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, menjadi salah satu tempat berkumpul Jolo Sukmo. Tempat itu digunakan sebagai lokasi diskusi sebagai persiapan tampil dalam sebuah event band metal di berbagai kota.



Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Wahyu Prasetyo Adhi, salah seorang personel Jolo Sukmo. Ketika berbincang dengan dia, pandangan banyak orang tentang aliran musik metal yang cenderung negatif perlahan luntur.



Ada misi tersendiri yang diusung band metal yang mengarah pada kebaikan. Begitu pula dengan Jolo Sukmo. Band metal asli Tulungagung itu memiliki salah satu misi untuk mengangkat budaya Jawa.



Hampir semua lirik lagu berisi petuah hidup agar kita tetap mengingat kebesaran Tuhan. ’’Jadi, tidak seperti band metal luar negeri yang kebanyakan bercerita kehidupan yang kelam,’’ ungkap Temon, sapaan Wahyu Prasetyo Adhi.



Dia mengungkapkan, Jolo Sukmo dibentuk pada November 2011. Para personelnya adalah Liyan (vokal), Danang (gitar), Temon (keyboard), Khendun (drum), dan Singgih (bas).



Mereka dipertemukan saat mengikuti salah satu event black metal. Karena sama-sama suka musik metal, mereka pun bergabung dan membentuk Jolo Sukmo.



Penampilan disesuaikan agar mudah diingat. Salah satu yang menginspirasi mereka adalah band metal asal luar negeri, yakni berkostum mirip hantu.



Pilihan lain, ungkap Temon, mengusung konsep Jawa agar budaya tidak punah, bahkan mampu diterima kalangan luar negeri.



’’Penampilan tersebut dapat dikatakan sebagai musik teatrikal/teater, musik sebagai pengiring lagu, lirik dan teater sebagai sumber cerita dan pesan moral,’’ ucapnya.



Agar berkesan menyeramkan dan dandanan para personelnya lebih sesuai, kata Temon, Jolo Sukmo sering melakukan ritual sebelum tampil di panggung.



Bahkan, saat di panggung, tidak jarang mereka menyalakan kemenyan, obor kepala hewan, atau ritual yang lain. Persiapan lain yang juga tidak kalah penting adalah materi lagu.



Sejak dibentuk pada 2011, jelas Temon, Jolo Sukmo sudah berkeliling ke berbagai daerah. Antara lain, Bojonegoro, Malang, Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Lamongan, Tuban, Madiun, Trenggalek, dan Blitar.



Di Jawa Tengah, lanjut Temon, kota yang disinggahi, antara lain, Solo, Klaten, Boyolali, Wonosobo, Kudus, serta Rembang.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore