Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 April 2017 | 04.52 WIB

Kampung Genteng Masuk Nomine Nasional Lomba Lingkungan Bersih Sehat

Kampung Genteng Masuk Nomine Nasional Lomba Lingkungan Bersih Sehat - Image

Kampung Genteng Masuk Nomine Nasional Lomba Lingkungan Bersih Sehat


Kampung Genteng mampu bertahan di tengah perkotaan. Penghijauan dan gotong royong mereka jadikan unggulan. Layak, mereka kini menjadi wakil Surabaya untuk menuju kancah nasional.





GALIH ADI PRASETYO





SUASANA ramai tampak sejak pagi di Kampung Genteng. Warna-warni umbul-umbul menghiasi sepanjang Jalan Genteng Durasim. Tiap gapura gang dihiasi pernak-pernik hasil karya warga. Hiasan dari berbagai jenis botol menggantung rapi. Botol diubah sedemikian rupa hingga menjadi bentuk eksotis. Ada lampion, bunga, dan kincir angin.



Setiap gang di sepanjang Jalan Genteng Durasim juga tampak aktivitas yang tidak biasa. Jalan paving yang berwarna-warni dan tumbuhan yang asri menyambut siapa pun yang berjalan di sana.



Beberapa warga terlihat menyiapkan meja sambil menyanyikan yel-yel. Ada pula yang mengamati kolam. Namun, kolam itu tidak sembarangan. Kolam tersebut terintegrasi dengan sistem hidroponik.



Kemarin (26/4) Kampung Genteng kedatangan tamu penting. Yakni, tim juri lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat nasional. Lomba tersebut merupakan lanjutan dari LBS tingkat kota. Dari seluruh Indonesia, hanya ada enam nomine. Di bawah binaan PKK, Kampung Genteng melenggang mewakili Surabaya ke kancah nasional.



Pertama, tim juri disuguhi tarian kreasi ibu-ibu PKK Kampung Genteng. Penampilan ibu-ibu tersebut terlihat unik. Sebab, mereka mengenakan rok merah yang terbuat dari plastik. Itu bukan sembarang plastik. Plastik yang digunakan adalah label minuman botol. Hiasan kepala berbentuk bunga pun terbuat dari sedotan. Gelak tawa dan tepuk tangan menyambut penampilan mereka. ’’Ini jahitnya sulit. Soalnya dari plastik,’’ kata salah satu penari.



Tim juri yang terdiri atas tiga orang tersebut diajak berkeliling kampung. Tiap gang memiliki keunggulan masing-masing. Rombongan tersebut juga disambut nyanyian lugu anak-anak Pos PAUD Terpadu (PPT) Sedap Malam dan TK Kartini. Sambutan meriah anak-anak itu membuat tim juri ikut larut bernyanyi. Tepat di sebelah TK dan PPT terdapat taman baca masyarakat (TBM). Hiburan badut dan boneka tangan menjadi primadona di lokasi tersebut. Di Kampung Genteng terdapat TBM di tiap RW. Tidak heran jika kampung tersebut pernah meraih best of the best kampung literasi.



Menuju gang di sebelah barat, pohon belimbing terlihat tumbuh di kanan-kiri. Rombongan juri disambut suguhan khas gang itu. Ada manisan belimbing, jus belimbing, dan sirup belimbing. Semua merupakan hasil belimbing di gang tersebut. Ada dua belimbing yang digunakan, yakni wuluh dan buah.



Lagi-lagi, suguhan kuliner khas Kampung Genteng disajikan. Yakni, ayam besek. Seperti ayam bakar, tetapi bumbu yang disajikan berbeda. ’’Enak. Kalau ke sini harus beli lagi ini. Cara pesannya gimana?’’ ujar Syahrial, ketua tim juri LBS. Es cendol dan pangsit pun turut jadi serbuan rombongan juri.



Selain kuliner, dipamerkan sarana edukasi unik. Simulasi LBS lebih mirip monopoli. Ada lima pemain dan seorang kader lingkungan. Setiap pemain memiliki gancu. Selanjutnya, mereka melempar dadu dan menggeser gancu sesuai dengan hasil dadu. Tiap berhenti di satu titik, pemain diminta memilih antara sanksi atau materi. Jika memilih sanksi, pemain diminta menerangkan materi sesuai dengan yang tertera pada kartu. Ada pula model arisan LBS. Hampir sama dengan monopoli, tetapi tanpa gancu dan dadu.



Berbagai produk unggulan herbal ditampilkan Gang Genteng Candirejo. Mulai jamu yang dikemas secara modern seperti temulawak, kunyit asam, kunyit, hingga jus nanas yang dicampur belimbing wuluh.



Juri juga kagum melihat instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Gang tersebut memang dikenal dengan nama pendaur ulang air limbah ’’Pandora-L’’. Dibangun di bawah jalan paving, instalasi tersebut terdiri atas 10 sistem penyaringan. Limbah air rumah tangga akan masuk ke instalasi itu untuk dijernihkan. Tidak dibuang, air hasil penyaringan digunakan lagi untuk sistem hidroponik dan kolam ikan di gang tersebut. ’’Surabaya bagus. Meskipun di tengah kota, mampu membuat yang seperti ini. Menjaga lingkungan tetap bersih,’’ tutur Syahrial.



Warga pun optimistis dengan hasil yang akan diperoleh dalam penjurian lomba tersebut. ’’Optimistis juara 1 nasional,’’ ucap Siti Nuriya Zam-Zam, ketua penggerak PKK. (gal/c15/oni/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore