
BAMBOO SPINE: Setiap hari Rodiyah hanya bisa terbaring di tempat tidur ditemani ibunya, Siti Natun. Sudah sebelas tahun ini tubuhnya kaku seperti kayu.
Penderitaan dua ’’manusia kayu’’ asal Sragen, Sulami dan Rodiyah, sungguh tak terperikan. Mereka hidup, tapi tak bisa beraktivitas apa-apa. Bahkan, bagi Rodiyah, dunia hanya seluas tempat tidur.
TAUFIQURRAHMAN, Sragen
BEGITU tahu ada tamu yang mengetuk-ketuk pintu, Rodiyah langsung berseru memanggil-manggil ibunya yang tidur di kamar sebelah. Tak lama kemudian, ibu Rodiyah keluar membukakan pintu.
Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, Jawa Pos diajak menemui Rodiyah yang terbaring di ruang utama rumah joglo itu. Di rumah tersebut, Rodiyah tinggal bersama orang tuanya, Siti Natun dan Katiman, serta anak semata wayangnya (Rodiyah tidak bersedia menyebutkan nama anaknya).
Meskipun saat itu (18/2) siang, rumah Rodiyah cenderung gelap. Minim cahaya matahari yang menerobos masuk. Sedangkan listrik sengaja dimatikan pada siang untuk penghematan.
Seperti halnya rumah Sulami, tempat tinggal Rodiyah sangat sederhana. Dindingnya dari gedek (anyaman bambu) dan lantainya masih tanah. Rumah itu terletak di Desa Jeruk, Kecamatan Miri, di ujung utara Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Berbatasan dengan Kabupaten Purwodadi.
Jika dibandingkan dengan rumah Sulami yang tak seberapa jauh dari pusat kota, tempat tinggal Rodiyah termasuk pelosok. Untuk menuju ke sana, diperlukan waktu sekitar sejam naik sepeda motor. Jalannya naik turun dan rusak.
’’Monggo lenggah (silakan duduk, Red),’’ tutur Siti Natun, perempuan 70 tahun itu.
Tak berapa lama, ayah Rodiyah, Katiman, menghidupkan lampu. Sedangkan Siti Natun membetulkan tempat tidur dan pakaian yang dikenakan Rodiyah yang terbaring di dipan yang sudah usang. Orang tua yang sudah sepuh-sepuh tersebut dengan telaten melayani anak bungsunya yang seluruh aktivitas hidupnya kini hanya di tempat tidur itu.
Dengan lancar, Rodiyah menjelaskan kondisinya sekarang, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Solo bersama Sulami. ’’Kondisi saya ya masih seperti ini. Belum bisa apa-apa. Malah wajah saya tambah bengkak,’’ ujar Rodiyah, lantas tersenyum tipis.
Rodiyah memang lebih lancar berbicara daripada Sulami. Suaranya juga jernih. Oleh dokter, dia didiagnosis menderita anxylosing spondilitis alias penyakit bambu tulang belakang (bamboo spine). Agak berbeda dengan Sulami, kaki kanan Rodiyah sedikit menekuk kaku, sedangkan yang kiri lurus.
Sementara itu, dua tangannya juga menekuk seperti belalang sembah. Terutama di bagian telapak tangan. Pada pergelangan tangan kiri Rodiyah juga terlihat bengkak. Terutama jari-jarinya. Kulitnya keras dan licin karena jaringan otot di dalamnya kaku. Di dunia medis, kondisi itu dikenal dengan istilah ’’jari sosis’’ karena bentuk jarinya yang menyerupai sosis.
Di sela-sela jari itu terjadi peradangan (inflamasi) yang meyakinkan tim dokter RSUD dr Moewardi bahwa Rodiyah menderita bamboo spine. Meski begitu, tangan kiri Rodiyah masih bisa digerakkan. Berbeda dengan tangan kanannya yang justru mengecil, menekuk, dan tak bisa digerakkan.
Rodiyah mengungkapkan, ketidaklaziman pada tubuhnya itu mulai dia rasakan saat masih berusia 26 tahun atau sebelas tahun silam. Mula-mula pergelangannya kaku dan sulit digerakkan. Lalu menjalar ke jari-jarinya. Kemudian pinggang, kaki, hingga menyebar ke seluruh tubuh.
Padahal, sebelumnya, kondisi fisik Rodiyah normal-normal saja. Bahkan, dia sempat menikah dan dikaruniai seorang anak. Namun, usia pernikahannya tidak berlangsung lama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
