Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 03.43 WIB

Kisah El Sahal Pulubuhu, Telaten Melatih Burung Macaw hingga Berprestasi

BERINTERAKSI: El Sahal Pulubuhu bersama dua burung macaw kesayangannya, Rambo dan Jacky. - Image

BERINTERAKSI: El Sahal Pulubuhu bersama dua burung macaw kesayangannya, Rambo dan Jacky.


Tidak sekadar pintar. Namun, juga memiliki warna yang cantik. Itu pulalah yang membuat El Sahal Pulubuhu kesengsem benar pada burung macaw. Berkat tangan dingin Sahal merawat dan melatih, si burung kerap memenangi beragam ajang perlombaan.





BRIANIKA IRAWATI





AKTIVITAS El Sahal Pulubuhu (23/5) siang itu cukup seru. Ada dua burung macaw yang bertengger anteng di kedua pundaknya. Si Rambo yang berjenis scarletmacaw di sisi pundak kanan. Lainnya, si Jacky yang berjenis blue and goldmacaw di sisi kiri.



Dia mengelus-elus bagian punggung burung dengan warna-warna mencolok tersebut. Si Rambo memiliki tiga warna, yakni merah, kuning, dan biru. Sementara itu, yang mendominasi tubuh si Jacky dua warna, yaitu biru dan kuning.



Duduk di teras rumah, Sahal –sapaan akrab El Sahal Pulubuhu– terlihat ”ngobrol” akrab dengan dua burung kesayangannya itu. ”Mereka sudah seperti anak saya sendiri,” ungkap Sahal.



Siang itu, sesekali si Rambo menirukan kata-kata yang diucapkan Sahal. ”Rambo... Rambo..,” suara si Rambo terdengar begitu jelas. Jacky yang berada di sampingnya tidak mau kalah oleh Rambo. Hanya, si Jacky belum bisa bicara lancar. Ia hanya mengeluarkan kicauan yang merdu.



Sejurus kemudian, Sahal berdiri. Si Rambo diletakkan di tenggeran kayu. Selanjutnya, dia mengajak si Jacky untuk melakukan free fly. Itu merupakan salah satu teknik menerbangkan burung ke alam. Kendati terbang tinggi dan jauh, pasti burung akan balik lagi ke pemiliknya ketika dipanggil. Suara peluit juga dapat membantu burung agar kembali kepada empunya. Itu pulalah yang terjadi pada Jacky. Saat Sahal meneriakkan namanya, Jacky langsung terbang menuju sumber suara tersebut. Lalu, bertengger ke tangannya.



Sahal memelihara si Jacky sejak usia 3 bulan. Dia membesarkan serta melatih Jacky dengan penuh kasih sayang hingga kini usianya menginjak hampir 2 tahun.



Setiap hari Sahal mengajaknya mengobrol. Layaknya percakapan antarmanusia. ”Jacky ini pintar, tapi ya nakal. Suka gigit telinga saya kalau lagi bertengger di pundak seperti ini,” katanya, lantas tertawa.



Sejak kecil, Sahal melatih Jacky untuk teknik free fly. Wajar saja kalau si Jacky sudah meraih banyak piala dalam ajang perlombaan burung paruh bengkok. Mulai antarkomunitas di tingkat kota hingga tingkat nasional. ’’Seringnya ya memang jadi juara pertama,” jelas pria 51 tahun tersebut.



Pada akhir Maret lalu, Jacky menyabet juara II pada perlombaan kategori free flying-large parrot tingkat nasional. Jacky berhasil menyingkirkan ribuan peserta hingga pada posisi kedua dalam ajang perlombaan yang berlangsung di Malang tersebut. ’’Sudah bangga. Yang pertama memang dimenangkan peserta dari Makassar,” ceritanya. ’’Tahun depan coba lagi ya Jacky,” lanjut Sahal yang beralih ngobrol dengan burung kesayangannya.



Sahal menerangkan, memang tidak gampang melatih Jacky hingga mencapai prestasi saat ini. Dia harus meluangkan banyak waktu untuk melatihnya. Sehari-hari setidaknya waktu satu jam disisihkan untuk bermain dengan Jacky. Hal tersebut dilakukan agar Jacky mengenali karakter majikannya dengan baik. Kalau sudah merasa nyaman, burung akan mudah dilatih. ’’Kalau mudah dilatih, prestasi pasti bisa diraihnya,” kata pria asli Tanjungkarang, Lampung, tersebut.



Aktivitas bersama Jacky tersebut bisa dibilang cukup melelahkan. Namun, lantaran sudah menjadi hobi, Sahal merasa senang-senang saja. ’’Awalnya, memang susah. Tapi, kalau sudah biasa free fly, ya mudah,” jelas pria yang tergabung dalam Komunitas Surabaya Parrot Lovers (SPL) itu.



Sahal melatih free fly Jacky secara bertahap. Tingkat kesulitan saat berlatih free fly dibedakan berdasar arena yang digunakan. Tempat lapang tanpa adanya pepohonan menjadi area yang paling cocok melatih free fly pada tahap awal. Jika sudah mahir, barulah burung dapat dibawa ke tempat yang penuh ranjau. Ranjau atau rintangan yang dimaksud adalah pepohonan dan rumah yang padat. Itu pun masih standar. Lebih ekstrem lagi, burung dapat free fly di laut dan pegunungan.



Meski begitu, Sahal tidak ingin Jacky terlena. Dia terus mengasah kemampuan Jacky. Saat akhir pekan, Sahal rutin mengajak Jacky berwisata. Traveling sekaligus latihan. Kalau di dalam Kota Surabaya, Sahal sering melatih Jacky di daerah Pakuwon City. Sementara itu, saat memiliki waktu libur banyak, Sahal pasti mengajak Jacky ”jalan-jalan” ke luar kota. ”Macam-macam. Kadang ke pantai, kadang ke gunung,” ujarnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore