
MUDA DAN KREATIF: Asri Wijayanti menunjukkan website jahitin.com. Sebuah aplikasi yang mewadahi interaksi antar penjahit dan konsumen dari seluruh daerah.
Rasa iba Asri Wijayanti menyeruak tatkala mendapati penjahit yang menerima order dengan ongkos murah. Peristiwa itu membuat dia tergerak untuk menolong mereka melalui aplikasi jahit online, yakni jahitin.com.
BRIANIKA IRAWATI, Surabaya
”Terima kasih ya, Mbak. Bajuku pas di badan. Sesuai dengan keinginan,” tulis Nabila Febriani dalam aplikasi jahitin.com Rabu (22/3). Menyimak komentar positif seperti itu, wajah Asri Wijayanti semringah. Garis bibirnya terangkat, membentuk seulas senyuman. Artinya, hasil usaha kerasnya untuk membantu para penjahit lokal selama ini sedikit demi sedikit mulai terasa.
Berkat usaha keras Asri, taraf hidup para penjahit lokal perlahan terangkat. Sebab, order jahitan untuk mereka saban hari mengalir. Alat produksi yang berupa mesin jahit juga tidak menganggur.
Dengan mengakses aplikasi jahitin.com, pelanggan sangat mudah menemukan penjahit. Mereka tidak harus puyeng ke sana kemari mencari penjahit yang dikehendaki. Tinggal pilih yang sesuai. Lalu, lakukan transaksi. Pemesanan hingga transaksi pembayaran dilakukan dalam dunia maya.
Bagaimana kualitas hasil jahitan? Jangan khawatir, Asri berusaha memberikan pelayanan terbaik. Konsumen bisa merasa puas. Sebab, Asri menyediakan banyak pilihan penjahit. Mereka berasal dari mana saja. Dari seluruh Indonesia.
Cara mengorder jahitan juga cukup mudah. Mula-mula, pelanggan mengisi mengisi data order. Tentu mereka harus mengisi kolom identitas, ukuran baju, dan model yang diinginkan. Melalui aplikasi itu, mereka juga dapat mengunggah foto model baju. Tujuannya, penjahit bisa dengan mudah menangkap kemauan konsumen. Bila sudah merasa pas, selanjutnya konsumen dapat mengirimkan kain ke alamat penjahit yang dikehendaki.
Pembayaran juga bisa dilakukan sesuai dengan kesepakatan. Boleh dibayar kontan di muka atau di akhir ketika order rampung. Bebas.
Setelah baju yang dipesan jadi, penjahit akan mengirimkannya ke alamat konsumen. ”Kalau misal ada tambahan keinginan atau komplain, dapat dilakukan dengan cepat dan mudah,” ungkap Asri.
Upaya Asri membangun usaha pada September 2016 itu bukan tanpa alasan. Dia merasa bahwa taraf hidup penjahit masih terbilang rendah. Padahal, upaya mereka untuk memuaskan konsumen luar biasa. Mereka bekerja siang malam agar bisa memenuhi deadline menyelesaikan jahitan baju. Sayang, upah yang diterima belum seimbang dengan jerih payah para penjahit. ”Itu saya alami sendiri. Saya juga kaget menemukan penjahit dengan upah Rp 25 ribu per atasan. Juga, untuk kaus, hanya Rp 2 ribu,” ungkap perempuan 21 tahun tersebut. Ongkos parkir motor saja saat ini mencapai Rp 3 ribu.
Belum lagi kalau ada konsumen yang cerewet. Jika order tidak sesuai, penjahit pasti kena imbas. Mereka bisa kena damprat konsumen. ”Kan kasihan banget ya kalau sudah gitu,” ujar Asri.
Selama ini, Asri juga bergabung dengan komunitas penjahit Indonesia di media sosial. Dia menyimak bahwa keluhan-keluhan semacam itu masih dialami banyak penjahit lokal.
Dengan upayanya itu, Asri berharap taraf hidup para penjahit lokal dapat meningkat. Mereka dapat menghasilkan karya yang semakin baik. Upah yang diterima juga layak. Sebaliknya, keuntungan juga dirasakan pemesan. Kini konsumen tidak perlu lagi bingung mencari penjahit yang pas. Tinggal operasikan smartphone, ongkang-ongkang kaki sambil memilih penjahit.
Asri menceritakan bahwa ide membuat aplikasi jahitin.com tersebut juga berdasar pengalaman pribadi. Dia ingat betul rasanya deg-deg ser saat mencari penjahit yang sesuai keinginan. Apalagi kalau terburu waktu. Pernah suatu ketika Asri susah mencari penjahit. Satu penjahit menolaknya karena terlalu banyak order. Datang ke penjahit lain, jawabannya serupa. Order ditolak. Padahal, baju tersebut begitu dia butuhkan untuk menghadiri resepsi pernikahan kakaknya, Ayuti Fathmarany.
Deadline semakin dekat, Asri belum juga mendapatkan penjahit yang pas. Beberapa kali mendatangi penjahit, barulah order Asri diterima. ”Susah banget ya, padahal pas lagi butuh,” ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
