
SENTUHAN BALI: Tri Kundono di antara gunungan Wayang Airlangga ciptaannya.
Cerita Berlatar Sejarah untuk Menginspirasi Generasi Muda
Paduan Jawa-Bali sebagai Cikal Bakal sang Raja
Khazanah pewayangan tanah air kian marak. Selasa (1/11) di atrium Grand City Mall, Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan lakon anyar. Yakni, Wayang Airlangga. Kisahnya tentang Airlangga, raja besar yang mendirikan Kerajaan Kahuripan pada abad XI.
EDI SUSILO
DELAPAN belas tokoh wayang bertengger gagah di atas perahu cokelat sepanjang 5 meter yang terbuat dari gabus (styrofoam). Rupa wayang-wayang itu tampak ngejreng. Tubuhnya kuning keemasan.
Ada corak batik berbagai warna pada busananya. Mulai merah, kuning, hijau, hingga ungu. Karakter tokoh itu memang berbeda dengan wayang kulit khas Jawa Tengah yang sudah beken selama ini.
Wajah, model busana, hingga perhiasannya lain. Tutup kepalanya, misalnya, ada yang menggunakan model kupluk. ’’Ya, ini tokoh Airlangga saat masih muda,’’ ungkap Tri Kundono, kreator Wayang Airlangga, sembari menunjukkan salah satu tokoh.
Aksesori kepalanya ungu dan lonjong. Mirip tokoh lakon cerita panji. Tokoh khas cerita rakyat Jawa Timur. Dia menjelaskan, delapan belas tokoh yang ditatah pada kulit kerbau tersebut merupakan suatu kesatuan mengenai perjalanan hidup Airlangga.
Mulai usia remaja hingga naik takhta menjadi raja Kahuripan di Jawa Timur. ’’Bisa dilihat di sini. Saat berkelana, Prabu Airlangga menggunakan pakaian sederhana. Hanya berjarit kulit kayu dan berselempang kulit harimau,’’ jelasnya.
Selain sang raja, tampak beberapa figur berpengaruh saat Airlangga hidup. Mulai keluarga besar, ayah, ibu, resi (guru), hingga para musuh raja yang berkuasa pada abad XI tersebut.
Lelaki kelahiran Bantul, 3 Desember 1979, itu tak memerlukan waktu lama untuk membikin wayang. Dibantu 11 karyawan, Tri hanya membutuhkan waktu sebulan untuk merampungkan delapan belas tokoh tersebut. September mulai menatah, awal Oktober sudah selesai.
Kesulitan pembuatan Wayang Airlangga justru terletak pada konsep. Khususnya dalam menentukan karakter yang kuat dan pas bagi tokoh utama. Sebab, tokoh yang dia buat merupakan kisah nyata. Tokoh tersebut pernah hidup sebagai salah satu raja termashyur di Pulau Jawa.
’’Inilah yang membedakan Wayang Airlangga dengan wayang lainnya. Kalau wayang lain, diambil dari epos Ramayana dan Mahabharata. Wayang Airlangga diambil dari sumber dan buku sejarah. Jadi, ndak boleh sembarangan,’’ ungkap lelaki yang menekuni dunia penatah wayang sejak 1993 itu.
Untuk mengatasi kesalahan fatal, Tri menerangkan, dirinya harus bolak-balik berkonsultasi kepada tim wayang Unair selaku pemesan dan 40 dalang sepuh dari Keraton Jogjakarta. Tujuannya satu. Yakni, setelah jadi, wayang yang dia buat tak menimbulkan pro-kontra.
Dalam proses penyesuaian tersebut, lelaki jebolan Sekolah Menengah Kawaritan (SMK) Kasian, Bantul, itu berkisah, dirinya harus tiga kali ganti tokoh untuk menemukan karakter yang cocok dengan dua referensinya. Yakni, referensi sejarah dan pendapat dari para sesepuh dalang.
’’Karya pertama dikritik karena terlalu mirip wayang purwa. Nah, hasil kedua, malah karakter sang tokoh terlalu jauh dari pribadinya. Pada percobaan ketiga, dengan usul kombinasi budaya di antara daerah, akhirnya baru semua sepakat,’’ jelas lelaki yang juga terampil mendalang tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
