
POTENSIAL: Ramadhani Wahyu Kuspriawan jatuh hati pada dunia menembak
Mulai 2016, Mepri memasukkannya ke Brawijaya Shooting Club. Wadah tempat berlatih jika ingin berfokus pada prestasi di olahraga menembak. Tentunya, klub itu berada dalam naungan Perbakin.
Pengenalan dengan berbagai macam jenis senjata air gun diberikan. Di antaranya, air pistol dan ARM yang berbentuk senapan laras panjang. Pilihan Dhani pun jatuh pada ARM. Alasannya khas anak-anak. Lebih keren. Maklum saja, untuk membidik sasaran dengan ARM, bagian belakang senapan diletakkan di pundak. Tangan kiri memegang depan senjata, tangan kanan memegang bagian belakangnya.
Dhani tidak terinspirasi oleh film ataupun komik. Dia malah berkaca pada foto ayahnya yang tampak gagah memegang senjata laras panjang. Foto itu terpampang jelas di ruang tamu rumahnya.
Awal-awal latihan, remaja yang bersekolah di SMP Negeri 32 Surabaya itu tampak malu-malu. Senjata juga masih dipinjami oleh klub selama dua minggu. Melihat kemauan Dhani yang tinggi, akhirnya Mepri membelikan senjata ARM untuk anak sulungnya tersebut. Meski beli bekas, Mepri merogoh kocek sampai Rp 32 juta. ”Ya, mau bagaimana lagi? Biar kemampuan semakin berkembang, ya harus punya sendiri,” imbuh Mepri.
Mengetahui dibelikan senjata, semangat Dhani berlipat. Cita-cita ingin menjadi atlet nasional dan berprestasi lebih baik memotivasinya untuk melangkah ke depan.
Baru tiga bulan berlatih, pelatih menyuruhnya untuk mengikuti kompetisi. Rasa senang, grogi, dan deg-degan campur aduk menjadi satu. Maklum, baru pertama menjajal atmosfer kompetisi. Capaian target pun tak muluk-muluk. Menjadi juara rasanya belum mampu. ”Kata pelatih, yang penting ikuti dulu. Fokus, dijalani, dan bisa mengatur emosi sama konsentrasi saat menembak,” lanjut Dhani.
Juara harus merasakan kalah. Itu jugalah yang dialami remaja asli Surabaya tersebut di kompetisi pertamanya. Tapi, ada kejutan menarik yang didapat sebagai pelipur lara. Skor yang diperoleh melebihi ekspektasi.
Kini dua setengah tahun sudah Dhani berlatih. Empat medali emas kejuaraan tingkat kota dan satu medali emas kejuaraan tingkat nasional telah diraihnya. Bulan depan dia menyiapkan diri untuk mengikuti Kejurnas Awank Faroek Cup di Kaltim. Turnamen tersebut merupakan ajang kualifikasi untuk dapat bertanding di ajang Pekan Olahraga Nasioanl (PON) Remaja 2018.
Menurut dia, hasil dan prestasi yang diraih tidak lepas dari usaha dan dukungan orang-orang terdekat. Yakni, orang tua, pelatih, dan teman-temannya. Untuk meraih prestasi, dibutuhkan kerja keras dan ketekunan. Percayalah, hasil tidak mengkhianati usaha. (*/c6/git)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
