Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2017 | 23.57 WIB

Kisah Mario Iroth Traveling Keliling Dunia dengan Motor

MASIH JAUH: Mario Iroth saat berada di perbukitan Australia. Tahun ini dia akan menjelajahi Afrika dan Eropa. - Image

MASIH JAUH: Mario Iroth saat berada di perbukitan Australia. Tahun ini dia akan menjelajahi Afrika dan Eropa.



Kejadian tidak menyenangkan ternyata tidak hanya dia alami saat dalam perjalanan di luar negeri. Ketika Mario dan Lilis berkeliling ke Indonesia Timur, barang mereka sempat dirampok. Tepatnya di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Saat Mario-Lilis beristirahat di tenda kamping, seorang perampok mengacak-acak barang mereka di motor. Namun, barang berharga yang dicari ternyata tidak ada.



’’Si perampok langsung mendatangi tenda kami dan mengusir kami sambil terus berusaha mencari barang berharga seperti kamera dan laptop. Kami sempat melawan. Tetapi, dia berhasil mendapatkan barang-barang itu,’’ katanya.



Mario langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Untung, tak berapa lama, polisi berhasil menangkap si perampok berserta barang-barang yang dia bawa.



Di luar kejadian-kejadian itu, perjalanan Mario bisa dibilang sangat lancar. ’’Asalkan kita mengikuti aturan yang berlaku di negara tersebut, kita pasti aman. Kita kan cuma numpang lewat. Kalau kita nakal, bisa-bisa kita berakhir di penjara dan dideportasi,’’ tutur Mario.



Meski perjalanan tersebut didanai sponsor, Mario dan Lilis tidak bisa serta-merta seenaknya menghambur-hamburkan uang. Sebaliknya, layaknya backpacker, mereka harus memperhitungkan betul pengeluaran agar tidak lewat dari bujet. Survei tempat menginap yang murah lewat Airbnb hingga mencari rute pesawat ke negara tujuan dengan harga paling murah mereka lakoni.



’’Kadang, kalau pesawat yang direct flight itu mahal. Jadi, kami memilih yang transit-transit. Lebih lama sih, tapi harganya lebih murah,’’ ungkap Lilis.



Untuk urusan akomodasi, Lilislah yang mengatur. Saat malam, Lilis sibuk dengan laptopnya mencari akomodasi yang memungkinkan untuk mereka selama perjalanan. Termasuk mencari perusahaan shipping termurah untuk mengirim motor yang mereka kendarai. Semua harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Salah sedikit saja bisa berakibat fatal, mereka bisa merogoh kocek lebih dalam.



Tahun ini Mario dan Lilis akan kembali bertualang. Oktober nanti, mereka terbang ke Afrika Selatan untuk melakukan perjalanan keliling Afrika, Eropa, dan Asia. Kali ini Mario akan menunggangi Honda CRF250L yang cocok untuk menjelajahi medan gurun Afrika.



Mario menargetkan bisa menyelesaikan perjalanan itu selama empat bulan. Start dari Afrika Selatan, lalu menyusuri Afrika Timur, kecuali Somalia, dan finis di Alexandria, Mesir.



’’Dari sana, kami akan mengirim motor ke Turki. Sementara itu, kami pulang ke Indonesia untuk mengurus visa untuk masuk Eropa dan Asia,’’ ungkap Mario.



Akhir Maret 2018, Mario dan Lilis terbang ke Turki untuk memulai perjalanan mereka. Dari Turki, mereka berkeliling Eropa sampai menyeberang ke Irlandia dan Inggris serta menjelajahi Skandinavia, lalu masuk ke Eropa Timur dan Rusia.



’’Dari Rusia, kami ke Jepang, Korea Selatan, dan Mongolia melalui jalur trans-Siberian. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan melewati Jalur Sutra menuju Asia Tenggara hingga Indonesia,’’ papar Mario.



’’Total kami akan melewati 62 negara sepanjang perjalanan dari Afrika sampai kembali ke Indonesia,’’ tambahnya.



Menurut Mario, perjalanan sejauh 60 ribu kilometer itu akan diselesaikan dalam waktu 400 hari. Dia dan Lilis rencananya sudah tiba kembali di Indonesia pada November 2018. (*/c5/ari)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore