Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Mei 2017 | 12.10 WIB

Adu Kostum saat Lomba Masak Mi Goreng dan Mi Rebus

RESEP ALA MILITER: Peserta lomba masak dari STTAL mengenakan kostum pasukan katak. - Image

RESEP ALA MILITER: Peserta lomba masak dari STTAL mengenakan kostum pasukan katak.

Sebanyak 20 anggota TNI-AL yang sedang mengikuti tugas belajar di lembaga pendidikan TNI-AL beradu kebolehan di bidang kuliner. Mereka mengikuti lomba memasak di lapangan Laut Aru, kompleks Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latigan TNI-AL (Kodiklatal), Bumimoro, Surabaya.



THORIQ S. KARIM



KEGIATAN kemarin merupakan rangkaian peringatan Hari Pendidikan TNI-AL (Hardikal) yang jatuh pada 12 Mei. Menu lomba bebas. Panitia hanya mensyaratkan ada mi sebagai bahan dasar di setiap menu. Di antara lima grup yang tampil, sebagian besar membuat mi goreng dan mi rebus. Lomba tersebut disaksikan Wakil Kepala Staf TNI-AL (Wakasal) Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman.


Selama mengikuti lomba, masing-masing peserta mengenakan kostum dengan tema berbeda. Misalnya, Komando Pendidikan Marinir (Kodikmar) mengusung unsur Jawa pada busana yang dikenakan. Mereka menggunakan celemek, kemeja batik, dan penutup kepala.


Berbeda lagi dengan siswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). Empat personel dari lembaga tersebut mengenakan seragam ala pasukan katak. Yakni, doreng warna cokelat lengkap dengan helm di kepala.


Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman menyempatkan berkeliling dari satu meja peserta ke meja lain. Sesekali pria dengan tiga bintang di pundak itu bercakap-cakap dengan peserta. ’’Harus matang biar enak,’’ katanya.


Achmad yang didampingi Komandan Kodiklatal Laksamana Muda IG Putu Wijamahaadi merasa kagum dengan semangat peserta. Saat ini mereka masih menjalankan tugas sebagai siswa di masing-masing lembaga. ’’Pengembangan ilmu dan teknologi di lingkungan TNI-AL bertumpu kepada mereka,’’ ungkapnya.


Hari ini rangkaian peringatan Hardikal masih berlangsung. Yakni, seminar yang diselenggarakan STTAL. Seminar tersebut mengangkat tema Peran Lembaga Pendidikan TNI-AL dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pemerintah Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Terwujudnya Strategi Pertahanan Negara di Laut.


Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Siswo Hadi Sumantri mengatakan, seminar akan menghadirkan empat pembicara. Yakni, Menteri Pendidikan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Prof Dr Mohammad Nuh. Ada juga Laksamana Muda TNI ING N. Ary Atmaja, Laksamana Muda TNI Dr Amarullah Octavian, serta pakar TI Dr Onno Widodo Purbo. ’’Materi yang disampaikan tentang keilmuan dan teknologi,’’ tuturnya.



Siswo menegaskan, Bumimoro menjadi salah satu pusat pendidikan TNI-AL di Indonesia. Banyak lembaga pendidikan yang berkembang di bidangnya masing-masing. Termasuk STTAL yang selalu menghasilkan berbagai produk penelitian penunjang alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-AL. ’’Perkembangan produk pendidikan merupakan bukti penghargaan TNI-AL terhadap ilmu pengetahuan yang sangat besar,’’ ungkap dia. (*/c7/oni)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore