Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Desember 2018 | 17.32 WIB

Masya Allah, Segini Dana Umat Masjid Darusalam di Kota Wisata Bogor

Masjid Darussalam Kota Wisata Bogor dibangun pada 1998 untuk menampung ummat Islam melaksanakan ibadah - Image

Masjid Darussalam Kota Wisata Bogor dibangun pada 1998 untuk menampung ummat Islam melaksanakan ibadah

JawaPos.com - Selama ini umat Muslim di Bogor mungkin masih banyak belum mengetahui sumbangan infak dan sedekah yang diberikan pada masjid jumlahnya berapa banyak. Nah, ada salah satu masjid di Kabupaten Bogor yang mampu mengumpulkan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ziswaf) sampai Rp 50,93 miliar.


Adalah Masjid Darussalam Kota Wisata yang mampu mengumpulkan dana umat sebanyak itu. Sekretaris Yayasan Darussalam, Ustaz Nur Kholiek menuturkan penerimaan ziswaf sebesar Rp 50,93 miliar merupakan kumulutif sumbangan infak dan sedekah jamaah selama kurun waktu lima tahun.


“Ini menunjukan tingkat kepercayaan jamaah yang tinggi kepada seluruh jajaran Yayasan Darussalam dalam pengelolaan ziswaf, “ ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Kamis (5/12).


Jika dirata-rata, setiap tahun Masjid Darussalam mampu mengumpulkan zakat dan infak sebanyak Rp 10,18 miliar atau Rp 833 juta setiap bulannya.


Masjid yang masuk wilayah administrasi Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor ini dibangun pada 1998. Kala itu masyarakat di Kota Wisata mulai kebingungan untuk beribadah. Mereka berkumpul beribadah di sebuah tanah lapang karena tidak memiliki masjid. "Akhirnya dilakukanlah rapat-rapat kecil untuk bisa sama-sama membangun masjid," ungkap Ustaz Nur Kholiek.


Warga pun sepakat dan meminta developer menyediakan lahan yang bisa dibangun masjid. Perjuangan itu terus dilakukan meski harus beribadah di tanah lapang. Dengan tekad kuat warga, akhirnya mereka membangun masjid yang desain-nya bernuansa Turki.


Nah, dalam perkembangannya jamaah ingin masjid memiliki legalitas. Dari situ dibentuklah Yayasan Umat Islam Kota Wisata. (Yamatista). "Berjalannya waktu jamaah ingin nama yang lebih Islami. Setelah melakukan rapat bersama dipilihlah nama masjid dan yayasan Darussalam,”imbuhnya.


Siapa sangka, lambat laun dakwah masjid terus berkembang. Masjid Darussalam bukan hanya didatangi jamaah yang tinggal di Kota Wisata saja, tetapi juga warga kawasan Cibubur dan sekitarnya. "Perubahan terus terjadi dari yang tadi hanya mampu menampung 1.000 jamaah, sekarang bisa lebih dari 3.000 jamaah," katanya.


Dalam mengelola Masjid Darussalam, pihaknya lebih fokus kepada pada sistem, bukan pada figur seperti masjid-masjid besar yang lain. Dalam dakwahnya, masjid memberikan sarana syiar dakwah seluas-luasnya. Seluruh Dai, ustaz dan ulama diundang tanpa memandang perbedaan mazhab.


“Darusalam itu dimaksudkan untuk semua golongan umat Islam tidak ada yang memonpoli syiar mazhab. Dengan dasar sepanjang megang alquran dan sunnah, dan tidak menyimpang dari itu,” tegasnya.


Terkait zakat, infaq, sedekah, dan wakaf, kata Ustaz Kholiek, warga di Perumahan Kota Wisata secara duniawi mampu dan peduli terhasad masjid. "Alhamdulillah warga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Walaupun sebenarnya kami belum maksimal menjaring potensi zakat,” ucapnya.


Manager Operasional Masjid Darussalam Deden Masykur Farid, menambahkan pemakasukan wakaf, zakat, infak dan sedekah sejatinya berhulu dari jamaah yang berasal dari dalam dan luar Kota Wisata. Dua tahun lalu dana besar adalah wakaf untuk perluasan masjid yang mencapai Rp 7 miliar. “Tahun kemarin saat Ramadhan zakat dari jamaah yang berhasil kita jaring sebesar Rp 1,5 milar,” ungkapnya.


Dana umat sebanyak ini kata dia, sudah disalurkan langsung ke mustahik (penerima zakat). Penyaluran dimulai dari warga Bogor atau ring satu sekitar kota wisata. Penyaluran juga dilakukan dalam skala nasional.


Seperti saat warga daerah lain yang butuh bantuan karena tertimpa musibah. Misalnya bencana yang terjadi di Lombok dan Palu.


“Kami juga menyalurkan bantuan luar negeri bagi negara yang dilanda krisis dan perangan. Seperti Palestina yang sudah lebih dari Rp1 miliar dikeluarkan melalui lembaga kemanusiaan Darussalam peduli,” imbuhnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore