
Para pengunjung Kebon Bac yang kebanyakan anak kecil usia sekolah tampak senang dapat membaca berbagai macam buku di kebun, sambil bermain-main di sekitar lokasi.
Saiful Muhajirin ingin merubah budaya membaca masyarakat yang masih rendah. Warga Kelurahan Sijeruk, RT: 3/3, Kecamatan Kota Kendal, itu ingin hidup bermanfaat. Dia merubah pekarangan atau kebun rumahnya menjadi Kebon Baca.
M Arif Prayoga
Kebon Baca. Nama itu dibuat karena di dalamnya juga terdapat fasilitas berupa koleksi perpustakaan mini. Masyarakat dapat membaca sambil menikmati suasana di kebun. Di sekitar lokasi dikelilingi oleh berbagai jenis tanaman seperti pohon pisang, ubi jalar, umbi-umbian, serawak, pandan, daun salam, sirih, dan lain sebagainya.
"Saya punya pekarangan atau kebun namun situasinya kurang terawat, sehingga justru menjadi banyak nyamuk. Kemudian ingin merubah kebun tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Bersama isteri saya memutuskan membangun Kebon Baca," ujarnya, saat ditemui Selasa (7/2).
Saiful mengungkapkan jika pemberian nama Kebon Baca karena lokasi tersebut pada awalnya memang berupa kebon. Kemudian dirubah layaknya taman dengan tempat duduk dari semen. Dia menyediakan bacaan yang bisa dimanfaatkan warga sekitar, khususnya anak-anak. Selain membaca, anak-anak bisa bermain di sekitar taman.
Hanya saja, karena baru berdiri sejak tiga bulan lalu, jumlah buku bacaan yang ada baru terbatas yakni sekitar 140 buku. "Kebon Baca mulai kami buka sejak November lalu, dengan harapan agar masyarakat mau berkunjung untuk membaca sambil bermain di lokasi sekitar," katanya.
"Semuanya kami sediakan secara gratis dan tanpa dipungut biaya. Selain itu juga terdapat dinding dengan mural kupu-kupu, sehingga pengunjung pun bisa berselfie disana," sambungnya.
Kebon Baca saat ini masih dikelola secara mandiri oleh Saiful dan isteri. Jam buka pun menyesuaikan dengan waktu mereka. Setiap hari, Kebon Baca hanya dibuka mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kecuali Minggu dan hari libur lainnya, dibuka sejak pukul 06.30 WIB hingga 12.00 WIB.
"Soalnya saya sama isteri kan bekerja, jadi baru bisa buka pada saat sore hari. Tapi itu khusus untuk perpustakaannya, kalau kebunnya saya buka terus buat warga," katanya yang ternyata anggota Satpol PP Kendal.
Mereka bisa tetap datang, duduk-duduk, maupun bermain di sana. Untuk koleksi buku, kata dia, masih mengumpulkan secara mandiri. Meski demikian, jika ada donatur yang ingin menyumbangkan buku bacaan, dia siap menampungnya.
Sementara itu, pengunjung taman baca, Sakinah Azra (8) mengungkapkan dirinya senang datang ke Kebon Baca karena disana bisa bermain sambil membaca berbagai macam buku. Selain itu, Sakinah bisa berkumpul dengan teman-temannya. "Saya pun suka foto-foto di dinding, soalnya ada gambar kupu-kupunya. Jadi nanti bisa terlihat seperti kupu-kupu, punya sayap," paparnya. (yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
