
APRESIASI: Anggota komunitas Rail Fans Sahabat Kereta Api Indonesia memberikan lembaran sosialisasi kewaspadaan kepada Supenan, salah seorang relawan penjaga lintasan KA di Jalan Nias.
Kereta melaju tak kenal hambatan. Tidak peduli apakah ada orang melintas di depannya. Tapi, ada saja orang-orang nekat yang tak ciut beraktivitas di sepanjang rel. Kepada orang-orang seperti itulah, komunitas ini memberikan edukasi agar mereka ngeman-eman nyawa.
DEBORA DANISA
CUACA Surabaya sedang tidak jelas. Kadang panasnya terik sekali, lalu tiba-tiba mendung dan turun hujan rintik-rintik. Tantangan cuaca itulah yang harus dihadapi anggota komunitas Rail Fans Sahabat Kereta Api Indonesia (SKAI).
Kamis (30/3), sekitar 20 anggota Rail Fans SKAI kembali melakukan sosialisasi dan edukasi rutin ke warga di sepanjang rel kereta api. Lokasi yang mereka pilih tidak begitu jauh dari Stasiun Gubeng. Tepatnya di wilayah Gubeng Airlangga.
Anggota Rail Fans SKAI memilih berjalan kaki, menapaki bebatuan di pinggir rel. Awalnya cuaca cukup panas dan gerah. Namun, itu tak menghalangi mereka untuk memulai kegiatan dengan apel singkat di tepi rel.
Apel siang itu dipimpin Hariyo Tito Pambudi, ketua II komunitas tersebut. ’’Anggota kami sebenarnya 178 orang,” ujarnya. Namun, dalam satu kegiatan, belum tentu semuanya hadir. Apalagi jika kegiatannya diadakan pada hari kerja. Beruntung hari itu, banyak juga yang tak berhalangan hadir.
Lintasan kereta api tanpa palang pintu menjadi fokus mereka hari itu. Sebab, orang sering kali tidak waspada ketika melewati lintasan tanpa palang. Tak menengok ke kanan dan kiri. Kadang menggunakan earphone ketika berkendara sehingga tidak mendengar suara kereta.
Memang ada yang berjaga di lintasan tak berpalang pintu itu. Merekalah yang membunyikan sirene bila ada kereta lewat untuk memperingatkan warga yang melintas. Tapi, tentu saja mereka tidak bisa berjaga 24 jam.
Di sana, anggota Rail Fans SKAI membentangkan banner berisi peringatan untuk berhati-hati. Juga, membagikan selebaran berisi kegiatan apa saja yang dilarang di sepanjang rel kereta api. Ketika sibuk bersosialisasi, tiba-tiba hujan turun rintik-rintik. Selagi belum deras, mereka tetap melanjutkan acara penyuluhan. Bahkan, itu menjadi momen tepat untuk memperingatkan warga agar lebih behati-hati. Sebab, jalan licin dan agak menanjak.
Ketika sosialisasi, ada kereta api yang lewat. Kereta Gaya Baru Malam jurusan Jakarta. Kereta masih tampak jauh. Namun, anggota Rail Fans SKAI sudah menghentikan motor-motor yang hendak menyeberang. ’’Meskipun masih jauh, tetap bahaya. Sebaiknya kalau sirene sudah bunyi, tunggu sampai keretanya lewat,” pesan mereka. Melalui pengeras suara, salah seorang anggota juga membacakan isi selebaran kilasan Undang-Undang 23/2007 tentang Perkeretaapian.
Penyuluhan semacam itu adalah salah satu kegiatan wajib Rail Fans SKAI setiap bulan. Malah, dalam sebulan, mereka bisa memberikan penyuluhan sampai tiga kali. ’’Bergantung kesiapan teman-teman, apakah mereka bisa hadir atau tidak,” terang Yan Ardiansyah, ketua I Rail Fans SKAI. Karena sebagian besar anggota adalah pelajar, kebanyakan kegiatan dilakukan pada akhir minggu. Tetapi, jika mendesak atau sudah musim liburan, kegiatan itu juga bisa dilakukan pada hari biasa.
Komunitas Rail Fans SKAI terbilang berbeda dengan komunitas pencinta kereta api pada umumnya. ’’Biasanya komunitas pencinta kereta api itu berfoto-foto di kereta kuno atau rel,” tutur Yan. Sedangkan Rail Fans SKAI punya semboyan adventure, education and social.
Adventure alias petualangan diisi dengan kegiatan hunting. ’’Yang ini mirip komunitas fotografer,” imbuhnya. Para anggota mencari spot-spot menarik untuk diabadikan dan dijadikan latar belakang foto yang keren.
Nah, education and social itu yang membedakan Rail Fans SKAI dengan komunitas kereta api lain. Langsung di bawah binaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 8, Rail Fans SKAI punya tanggung jawab untuk memberikan wawasan keselamatan kepada masyarakat. Di samping itu, mereka memberikan edukasi tentang tata cara berkereta api, mulai membeli tiket sampai aturan di dalam perjalanan.
Saat ini fokus Rail Fans SKAI adalah seputar lintasan kereta api. Di Surabaya masih banyak lintasan di jalan-jalan tikus yang tak dipasangi palang pintu. Berdasar pengalaman penyuluhan selama ini, Tito menyebutkan bahwa lintasan tak berpalang pintu di Jagir termasuk yang paling rawan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
