
MELAJU MULUS: Dari kiri, Tabita Margaretha, Agatha Padita, Anastasia Kirana, Charista Ahmad Zikri, dan Rama van Kempen di Pantai Lovina.
Perjalanan Armand van Kempen sampai di saat-saat yang menegangkan. Dia dan rombongannya hendak melewati lautan lepas yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Bali. Pada Senin (19/6), perjalanan pun dilakukan dengan start awal Situbondo, Pasir Putih.
DRIAN BINTANG SURYANTO, Singaraja
”KEPUTUSANMU untuk nggak ikut memang benar,” sambut Alfonso Reno, salah seorang kru Armand yang mengikuti jalur laut. Ketika sampai di Pantai Lovina, Bali Utara, Reno tiba-tiba menyambut saya dengan kegirangan. Dengan mata memerah, dia mendekati saya yang baru saja sampai di penginapan pukul 12.30. Lebih lambat sekitar setengah jam dari kru laut.
Saat itu, saya memang memutuskan untuk tidak mengikuti tim jalur laut. Kisah perkasanya lautan yang membelah dua pulau tersebut memang cukup membuat bulu kuduk saya merinding. Well, tugas saya adalah menulis berita. Tidak menjadi berita.
Armand menyiapkan dua mobil dan satu truk untuk rombongan darat. Mobil pertama, Honda Jazz merah, diisi para perempuan. Mereka adalah Anastasia Kirana, Tabita Margaretha, Gandis Rahastri Puspa Hariawan, dan Agatha Pradita. Mereka merupakan anak, karyawan perusahaan, dan kenalan Armand. Mobil yang disopiri Agatha itu berangkat sehari lebih awal.
Saya pakai Mitsubishi Pajero putih yang dikendarai Hari Mulyo Wasito, sopir pribadi Armand. Lalu, ada truk yang mengangkut segala perlengkapan Armand dalam trip itu. Derek dan katrol untuk mendorong jet ski selama di darat. Ada juga pelampung donat yang sebelumnya dipakai Armand mencari ikan.
Pantai Lovina yang disinggahi di Pulau Bali memang elok. Lautnya dalam. Setiap pagi ada kawanan lumba-lumba yang datang dan berlompat-lompatan. Dengan lokasi hotel di pinggir pantai, Armand tidak perlu terlalu ketat mengawasi jet ski yang bisa diparkir di dekat hotel.
Hari itu, bukan cuma Reno yang merah matanya. Gregorius Agung, Piet van Kempen, dan Armand juga. Itu disebabkan air laut masuk ke mata selama perjalanan menuju Bali. ”Ini akibat mecah ombak nih,” imbuh Reno.
Wah, berhasil menaklukkan laut, nih? ”Saya tidak menaklukkan. Menikmati lebih tepatnya,” jawab pria asli Malang itu.
Dalam perjalanan dari Situbondo, anak Armand ikut menunggang jet ski. Dia adalah Nikolas Frederick Rama Putra van Kempen yang ditemani Charista Ahmad Zikri (Rista), kawannya. Tapi, di tengah perjalanan, mereka memutuskan stop. ”Besar sekali ombaknya tadi. Nggak kuat aku. Sakit semua selangkanganku,” ujar bocah yang lebih akrab disapa Rama tersebut.
Rama memutuskan mandek di mil ke-35 dari 85 mil yang direncanakan. Artinya, mereka stop saat baru mengarungi laut sepanjang 64 kilometer. Padahal, jarak yang harus ditempuh 157 kilometer. Mereka memutuskan turun di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mimbo, Banyuwangi.
***
Perjalanan dari Situbondo, 19 Juni, itu dimulai dengan semangat besar. Mereka berangkat pukul 06.00. Jet ski yang paling besar –tipe FXSVHO dengan kekuatan 200 tenaga kuda– diisi Armand dan Piet. Lalu, jet ski anyar tipe VX Deluxe dikendarai Reno dengan penumpang Rista.
Jet ski terakhir dengan 150 tenaga kuda –sama seperti jet ski yang ditunggangi oleh Reno– diisi Gregorius Agung dan Rama. ”Aku nggak mau kalau jet ski-ku kamu naikin terus, Gung. Aku mau nyetir juga,” celetuk Rama, bocah yang baru saja naik ke kelas IX SMP.
Formasi itu sebenarnya direncanakan sejak awal. Masing-masing jet ski dilengkapi satu orang yang mahir dalam mengoperasikan global positioning system (GPS). ”Kita sudah tidak bisa mendahulukan ego. Acuannya tetap keselamatan,” jelas Armand.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
