Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juli 2017 | 19.18 WIB

Tim SAR Jatim Bagian Selatan yang Tetap Bertugas saat Lebaran

TANGGUH: Anggota SAR Pos Trenggalek yang bertugas H-7 dan H+7 Lebaran. - Image

TANGGUH: Anggota SAR Pos Trenggalek yang bertugas H-7 dan H+7 Lebaran.


Mereka yang tidak pulang saat Lebaran bukan hanya kehilangan momen berkumpul dan bersilaturahmi dengan sanak saudara. Begitu juga dengan petugas di Pos SAR Trenggalek yang memiliki wilayah di sepuluh kabupaten dan tiga kota ini.





AGUS MUHAIMIN, Trenggalek





SEBENARNYA kami ini hanya sebagai support,” terang Kepala Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso di ruangannya. Selain itu, petugas berseragam oranye tersebut memang memiliki keahlian serta peralatan khusus yang mungkin tidak dimiliki petugas lain yang juga memantau aktivitas selama Lebaran seperti polisi dan petugas medis.



Misalnya, alat ekstrikasi. Sejumlah perangkat kasar yang biasanya digunakan untuk mengevakuasi korban dalam kondisi sulit. Misalnya, akibat kecelakaan kendaraan yang tidak memungkinkan tenaga manusia untuk mengeluarkan korban. Jadi, bagian tertentu harus dipotong dengan alat khusus.



Rescue yang bertugas di Pos SAR Trenggalek tersebut hanya terbatas. Itu jika dibandingkan dengan area yang harus mereka cover. Bayangkan, wilayah Jatim Bagian Selatan, yaitu di sepuluh kabupaten dan tiga kota, hanya ditangani 24 orang.



Hal tersebut tidak memungkinkan mereka untuk menempatkan personel di setiap daerah. Mengingat, juga harus ada beberapa personel yang stand by di Pos SAR Trenggalek dan di pos lain di bawah naungan kantor SAR Surabaya. Akibatnya, untuk bisa meng-cover seluruh kawasan, diberlakulah sistem patroli.



Sejak H-7 dan H+7, mereka bergantian berpatroli. Sebelum Lebaran, fokus mereka adalah spot-spot yang rawan laka. Terutama di area jalur mudik. Sementara itu, hingga H+7, mereka fokus pada lokasi-lokasi wisata. Sebab, tingkat kunjungan wisata relatif meningkat saat libur Lebaran.



Asnawi yang asli Ngawi tersebut biasanya memanfaatkan waktu saat dirinya mendapat jadwal patroli ke barat, yaitu Ngawi dan sekitarnya, untuk sebentar mengujungi kampung halaman dan bersilaturahmi dengan orang tua. Itu sudah menjadi strateginya dengan membawa perbekalan yang cukup berupa pakaian saat menjalani patroli di daerah tersebut. ”Selain seragam dan peralatan lengkap, membawa baju ganti untuk bersilaturrahmi dengan keluarga di Ngawi,” ujarnya.



Untung, anak semata wayangnya sangat familier dengan tugas sang ayah. Jadi, anaknya tidak banyak rewel kendati tulang punggung keluarga tersebut tidak di rumah layaknya orang tua lainnya.



Untuk menambal kekurangan itu, Asnawi biasanya berlaku toleran. Artinya, ke mana sang anak minta diantar atau apa permintaannya sebisanya dituruti.



Lain personel lain juga ceritanya. Yoni Fariza, misalnya. Pria yang pernah bertugas di moda transportasi laut (kapal) tersebut mengalami hal-hal yang kadang membuat dirinya harus terdiam sejenak lantaran sedih. Kendati tak jarang muncul kebanggaan atas aksi sosial yang dilakukan. Misalnya, saat mengevakuasi korban tabrakan beruntun di daerah Malang beberapa waktu lalu.



Laka maut itu melibatkan empat kendaraan besar dan mobil. Tiba pada kendaraan ke tiga, dia melihat ada seorang pengemudi terjepit. Posisinya tidak mungkin dievakuasi secara manual. Jadi, di sanalah perbekalan dan pengetahuannya di bidang rescue sangat diperlukan. ”Posisinya ringsek. Di sisi lain, kemudinya malah membuat korban tak bisa bergerak,” ungkapnya.



Tak mengunggu lama, dia pun mengambil alat ekstrikasi yang berfungsi sebagai pemotong baja. Pintu itu pun dipotong agar korban bisa dikeluarkan dari dalam kendaraan.



Upaya tersebut harus segera dilakukan lantaran tidak mungkin menunggu atau membiarkan korban terlalu lama pada posisi itu. ”Itu kan posisi rawan. Jika dibiarkan, tentu berpotensi memperparah kondisi korban,” ungkapnya.



Menurut Yoni, satu hal yang membuatnya sedikit sedih adalah saat dirinya tidak bisa melihat atau menunggu langsung sang istri melahirkan. Otomatis naluri seorang ayah tentu akan lebih bahagia ketika melihat dan mendengar untuk kali pertama suara sang anak.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore