
KIPRAH INTERNASIONAL: Dwiki Dharmawan di Lembaga Pendidikan Musik Farabi, Bintaro, Tangerang Selatan.
Pasar Klewer hasil kolaborasi Dwiki Darmawan dengan musisi Inggris dan Italia dinobatkan sebagai album jazz terbaik dan terlaris. Tiap kali memanggungkannya, partner bermain Dwiki berganti-ganti.
NORA SAMPURNA, Jakarta
JANGANKAN main bareng, para calon rekan kolaborasinya itu dikenal Dwiki Dharmawan sebatas nama. Tapi, begitu masuk ke studio, dengan segera segala batas jadi lebur.
Rekaman album pun langsung dimulai hari itu juga. Di sebuah studio di London, Inggris. ”Musik yang berbicara. Semua yang ada di album benar-benar yang dimainkan pada saat rekaman, tanpa diulang,” ujar pentolan band jazz Krakatau tersebut mengenang proses rekaman pada Juni 2015 itu.
Hasil berkutat di studio selama dua hari dengan para pemusik Inggris dan Italia itu adalah Pasar Klewer. Sebuah album yang jejak kesuksesannya tetap bertahan sampai sekarang.
Undangan tampil untuk Dwiki yang menggawangi piano itu pun terus berdatangan. Pertengahan tahun ini, misalnya, dia keliling ke Inggris, Austria, Kroasia, Jerman, Bulgaria, dan Italia.
Pada September lalu, giliran dua negara pecahan Uni Soviet yang dirambah suami penyanyi Ita Purnamasari tersebut untuk membawakan Pasar Klewer. Yang pertama Kazakhstan, lalu Azerbaijan. Semua undangan itu berdatangan karena Pasar Klewer tak cuma sukses secara komersial. Tapi, juga mendapat pengakuan secara kualitas musikal.
Album sekaligus proyek yang dinamakan sesuai nama pasar legendaris di Solo, Jawa Tengah, itu diulas dengan predikat lima bintang di berbagai majalah jazz kenamaan. Di antaranya, JazzWise, Jazz Time, dan All About Jazz.
Hingga kemudian dinobatkan sebagai The Best Album Jazz dunia pada 2016 oleh Down Beat, majalah jazz tertua di Amerika Serikat. Album tersebut juga menduduki nomor satu penjualan fisik CD jazz di Amazon.com pada 2016.
Karena banyaknya permintaan dari penggemar musik di Eropa, versi vinilnya dicetak pula di Polandia. Dan, didistribusikan perusahaan distribusi dari Austria. ”Ini album unik memang,” kata Dwiki, lantas tertawa. ”Direkam live, bebas saja, kalau harus berhenti, berhenti. Kalau harus terus, ya terus,” lanjutnya ketika ditemui di Jakarta.
Para pemusik yang terlibat dalam proyek itu, antara lain, adalah Gilad Atzmon (saksofon), Nicolas Meier (gitar), Asaf Sirkis (drum), Yaron Stavi (bas akustik), Mark Wingfield (gitar), dan Boris Savoldelli (vokalis). Kecuali Savoldelli, seluruhnya berasal dari Inggris.
Adalah Leonardo Pavkovic, produser MoonJune Records, yang menjadi ”makcomblang” mereka. Persisnya ketika Dwiki tengah merekam album So Far So Close di AS.
Kepada pentolan Krakatau itu, Pavkovic mengatakan dengan yakin bahwa para musisi tersebut bakal cocok bermain bersamanya. Sebab, gaya main mereka selaras dengan karakter musikal Dwiki selama ini yang kental nuansa tradisional Indonesia. Serta kebebasan berekspresi yang kuat.
Sedari awal, Dwiki dan Pavkovic memang menyepakati bahwa rekaman kolaborasi itu bakal dilakukan dengan sistem live recording in studio. ”Jadi, satu bulan di AS, balik ke tanah air, saya menyiapkan komposisi untuk rekaman di London,” tutur musikus kelahiran Bandung, 19 Agustus 1966, itu.
Nama Pasar Klewer, yang juga jadi salah satu judul lagu di album, memang berasal dari nama Pasar Klewer di Solo. Inspirasi itu datang sebelum proses di rekaman London tadi. Ketika suatu hari Dwiki nongkrong di sana.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
