Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 20.35 WIB

Sisi Lain Para Mahout (Pawang Gajah) Kebun Binatang Surabaya

KELILING: Para Mahout KBS mengajak gajah-gajah Sumatera jalan-jalan. - Image

KELILING: Para Mahout KBS mengajak gajah-gajah Sumatera jalan-jalan.


Sebelum memulai parade, pemandu acara memperkenalkan setiap hewan dan pawangnya. Gajah dijelaskan paling banyak. Pembawa acara menerangkan bahwa gajah KBS adalah gajah Asia. Ukurannya lebih kecil ketimbang gajah Afrika. Hanya gajah Asia jantan yang memiliki gading panjang. Gajah betina punya gading, tetapi kecil. Telinga gajah Asia juga lebih kecil ketimbang saudaranya di Afrika.


Perjalanan dimulai perlahan ke arah timur. Di antara enam mahout, hanya Hendra yang tidak hadir karena sedang libur. Empat mahout menunggangi bagian belakang kepala gajah. Dofir berada di bawah untuk memandu gajah-gajah tersebut.


Gonzales, gajah berumur 7 tahun, berada di depan. Di belakangnya ada Hilir, Lembang, dan Manis yang lebih besar. Agar gerombolan tidak terpisah, gajah yang berbaris harus saling berpegangan. Ekor gajah di depan harus terbelit belalai gajah di belakangnya agar tidak keluar dari lintasan.


Yang kali pertama dilewati adalah area primata. Perhatian para pengunjung pun teralihkan oleh gerombolan satwa yang melintas. Karena pada Jumat KBS sedang sepi, pengunjung leluasa memotret satwa-satwa tersebut.


Rombongan parade satwa lantas berhenti di depan area akuarium. Di pertigaan jalan tersebut, para pengunjung bisa berswafoto dengan satwa yang melintas. Perjalanan berlanjut ke area aves atau burung. Berbagai burung dalam sangkar diperlihatkan. Mulai jalak bali, rangkong, nuri, pelikan, hingga kuntul. Aroma di area itu agak menyengat. Sebab, kandang pelikan penuh sesak. Solusi untuk masalah overpopulasi tersebut memang masih dicari. Burung itu bisa dilepas atau dihibahkan ke lembaga konservasi lain.


Pemberhentian kedua ada di depan gerbang keluar sebelah timur. Pemandu acara kembali menjelaskan satu per satu satwa yang ikut parade. Rombongan parade pun kembali ke titik awal. Acara geladi bersih itu berlangsung selama 40 menit.


Dofir memastikan, acara parade bakal berlangsung aman. Sebab, gajah sudah biasa jalan-jalan. Dalam sebulan terakhir, persiapan dimatangkan. Jalan-jalan dilakukan hampir setiap hari. ’’Kalau enggak aman, ya kami enggak berani melepas,’’ jelas Dofir.


Setelah jalan-jalan, gajah kembali dimasukkan ke kandang terbuka. Di sana ada juga gajah jantan dewasa bernama Doa. Doa tidak diajak parade karena terlalu besar. Ia juga tampak agresif dengan menggedor-gedor pintu kandang menggunakan belalainya.


Setiba di kandang, mereka dijamu dengan rumput segar. Setiap gajah dijatah 200 kilogram rumput dalam sehari. Setelah satu jam berkeliling, mereka butuh tambahan kalori. Setelah mengunyah rumput, gajah-gajah tersebut langsung nyebur ke kolam. Cuaca memang sedang terik.


Tidak lama kemudian, seorang pengunjung datang dengan satu kantong penuh pisang raja dan kacang panjang. Pengunjung yang membawa istri dan seorang anaknya itu meminta izin untuk memberikan makan. Dofir dengan sangat sopan mengucapkan terima kasih kepada pengunjung tersebut. Namun, hal itu dilarang. Satwa KBS telah diberi makanan sesuai dengan angka kebutuhan gizi masing-masing. Jika terlalu banyak makan, mereka bakal mengalami obesitas. ’’Saya tahu niat Bapak baik. Tapi, aturannya memang tidak boleh,’’ terang Dofir.


Pemberian makanan diperbolehkan asal makanan tersebut tidak dibawa dari luar. KBS menyediakan sayuran dan buah-buahan. Itu pun hanya dilakukan dalam waktu-waktu tertentu. Misalnya, akhir pekan atau libur panjang. Jika pengunjung membawa makanan dari luar, jangan diberikan ke satwa. Berikan saja kepada para keeper-nya. Tidak akan ditolak.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore