Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2017 | 20.35 WIB

Sisi Lain Para Mahout (Pawang Gajah) Kebun Binatang Surabaya

KELILING: Para Mahout KBS mengajak gajah-gajah Sumatera jalan-jalan. - Image

KELILING: Para Mahout KBS mengajak gajah-gajah Sumatera jalan-jalan.

Pawang gajah atau mahout punya ikatan batin kuat dengan gajah. Karena itu, para mahout Kebun Binatang Surabaya (KBS) tidak pernah dipindahtugaskan ke satwa lain. Mereka pantang mundur meski pernah diserang.


SALMAN MUHIDDIN, Surabaya


SAHRI, salah seorang mahout senior KBS, membuka seragam hijaunya. Tampak sekujur perut, dada, hingga tenggorokan dipenuhi bekas jahitan. Luka-luka itu didapatkannya pada awal 2000. Saat membersihkan kandang, dia ditendang gajah betina bernama Cindy.


Dengan bobot nyaris mencapai 3 ton, Cindy tentu bukan tandingan sepadan bagi Sahri. Sekali tendangan, gedebuk, tulang rusuk Sahri remuk. Tulang pinggul bergeser. Badannya sulit digerakkan. Bahkan, bernapas saja susah. Sebulan penuh dia habiskan di intensive care unit (ICU).


Kecelakaan itu membuatnya tidak pernah lolos tes metal detector. Sebab, di dalam tubuhnya tertanam 24 pen logam yang digunakan untuk merekatkan kembali tulang-tulangnya. ’’Yang di pinggul memanjang dari sini ke sini. Kadang-kadang masih nyeri,’’ ujar pria 52 tahun tersebut sambil menunjuk ujung pinggul kanan dan kirinya.


Trauma jelas ada. Betapa tidak, nyawanya hampir melayang gara-gara satwa yang selama ini dirawat dan disayang. Dia butuh waktu untuk sekadar mengelus kepala gajah atau kulit keriput si gajah yang sangat tebal.


Setelah keluar dari ICU, Sahri mengumpulkan lagi keberaniannya. Tidak sampai sebulan ,dia mengunjungi lagi para gajah. Tidak ada dendam di hatinya. Namun, dia tidak tahu Cindy masih punya dendam kepadanya atau tidak. Sebab, gajah-gajah tersebut memiliki ingatan kuat. Siapa tahu, dia pernah tidak sengaja menyakiti Cindy meski tidak ada maksud untuk itu.


Selain Cindy, Manis, gajah betina berusia 40 tahun, dikenal agresif. Manis punya ingatan buruk dengan para dokter saat masih kecil. Saat melihat pengunjung mengenakan jas putih, ia pasti mengira itulah dokter. Amarahnya seketika memuncak. Kepala mendongak, matanya menyorot tajam, dan telinganya membuka bak ikan cupang yang sedang beradu.


Jika sudah begitu, sang pawang harus bisa menenangkan. Sama dengan manusia, gajah bisa mengalami trauma seperti anak kecil yang takut jarum suntik. Saat dewasa, rasa takut itu kadang tidak hilang.


Kisah penyerangan gajah juga pernah menimpa Dofir Anggara. Dofir justru mengalaminya lebih dulu ketimbang Sahri. Dofir adalah teman seangkatan Sahri yang masuk ke KBS pada 1989. Mereka sama-sama merupakan orang Lampung. Namun, Dofir membutuhkan waktu lebih lama dalam mengembalikan trauma. Enam bulan.


Pelakunya juga Cindy, gajah yang kini dipindahkan ke Lombok. Dofir dibanting dengan belalai, lalu ditendang. Meski saat ditendang dia melayang seperti bola sepak yang terempas ke tembok, tidak ada tulang remuk seperti yang dialami Sahri. ’’Nyaris terinjak di perut. Kalau sampai terinjak, ya sudah saya enggak di sini. Mati,’’ kata pria jebolan Pusat Latihan Gajah Way Kambas, Lampung, tersebut.


Selama enam bulan, Dofir emoh mendekati gajah. Namun, kekuatan dan keberaniannya muncul kembali setelah datang dukungan dari sesama mahout. Selain mahout KBS, dukungan datang dari para pemelihara gajah lainnya di seluruh Indonesia. Komunikasi sesama mahout memang terjalin sangat erat. Sebab, kebanyakan adalah alumni Way Kambas.


Sudah 28 tahun Sahri dan Dofir dipercaya sebagai mahout di KBS. Harus ada regenerasi. Saat ini ada empat mahout muda yang disiapkan. Mereka adalah Priyo Santoso, Andriono, Hendra Setiawan, dan Bayu Pradana. Mahout muda itu sudah lima tahun mengurus gajah KBS.


Jumat pagi (3/11) mereka berkumpul di area tunggang gajah. Di sanalah pengunjung bisa merasakan sensasi naik gajah. Namun, acara tunggang gajah tidak ada. Pagi itu, empat gajah disiapkan untuk geladi bersih parade satwa yang diadakan besok (5/11) pukul 08.00. Gajah-gajah tersebut adalah Gonzales, Manis, Lembang, dan Hilir. Semua betina, kecuali Gonzales. Para satwa bakal diajak keliling kebun binatang seluas 15 hektare tersebut.


Esok hari pukul 08.00 para pengunjung dapat melihat lebih dekat satwa yang biasanya berada di kandang terbuka. Para zookeeper atau pawang satwa KBS bakal membawa ular, kambing, elang, kuda, burung kakaktua, iguana, rangkong, dan unta untuk berkeliling. Gajah ada di barisan paling belakang. Jadi tontonan utama dalam parade tersebut.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore