
Rottnest Island menjadi destinasi wisata yang populer bagi turis asing maupun domestik Australia.
Rottnest Island menjadi destinasi wisata yang populer bagi turis asing maupun domestik Australia. Selain keindahan panorama alamnya, pulau itu memiliki hewan yang selalu menjadi buruan turis. Berikut laporan wartawan Jawa Pos Gugun Gumilar dari Perth, Australia.
SETELAH berkeliling di jantung Kota Perth, Jumat sore (17/11), kami bertolak ke Kota Fremantle. Hanya dibutuhkan waktu 30 menit dari pusat kota ke Fremantle yang ramai sejak ratusan tahun. Kami pun memutuskan untuk menginap di salah satu hotel yang dibangun narapidana.
Menurut sejarah di Tourism Western Australia, Fremantle merupakan salah satu kota tertua di Australia. Kota tersebut mulai berdetak sejak April 1829. Saat Kapten Charles Howe Fremantle melempar sauh dari kapal HMS Challenger di lepas pantai Australia Barat. Tak jauh dari mulut Sungai Swan.
Ada sedikit cerita tentang Fremantle. Awalnya, Kapten Charles mempersembahkan wilayah Swan River Colony itu untuk Raja Inggris George IV. Dia kemudian menamai wilayah itu dengan nama kapten kapal HMS Challenger, Kapten Fremantle.
Awalnya, Kapten Fremantle membawa 2 ribu warga Inggris ke Fremantle. Mereka disebut sebagai Swan River Colony. Para pemukim awal tersebut diiming-imingi tempat tinggal yang nyaman, tanah yang luas, dan kota tanpa penjahat. Namun, ada masalah. Tanpa pekerja kasar, siapa yang akan membangun kota? Jadi, diputuskan kebijakan untuk mendatangkan para tahanan dari Inggris.
Saking banyaknya tahanan yang dibawa ke Fremantle, tiga di antara empat penduduk Fremantle ketika itu adalah tahanan. Mereka dikirim ke Fremantle untuk bekerja dengan janji dibebaskan setelah beberapa waktu. Lantaran tahanan banyak, tak heran jika penjara merupakan bangunan permanen pertama yang didirikan di kota tersebut. Namanya Fremantle Prison.
Untuk Fremantle Prison, saya akan membahasnya dalam tulisan berikutnya. Fremantle juga memiliki pasar tertua di Australia, yakni Fremantle Market. Pasar tersebut berdiri sejak 1897. Pasar Fremantle terletak di sudut South Terrace dan Henderson Street, Fremantle, Australia Barat.
’’Pokoknya, saya kudu selfie sama quokka, gimana pun caranya,’’ kata Widika Sidmore, salah seorang rekan saya yang ikut rombongan Tourism Western Australia (TWA). Saya dan rekan lainnya pun ikut ingin melakukan apa yang dikatakan Widika.
Sabtu pagi (18/11), kaki kami bergerak ke Pelabuhan Fremantle untuk menuju Rottnest Island. Lantaran jarak pelabuhan dengan hotel menginap hanya 1 kilometer, kami hanya berjalan kaki sambil menikmati bangunan-bangunan kuno khas Victoria.
Sesampai di pelabuhan, kami naik kapal feri yang akan membawa kami. Waktu tempuh dari pelabuhan ke Rottnest Island hanya 30 menit. Pulau itu didiami seratus penduduk dan dikunjungi sekitar 500 ribu pengunjung setiap tahun.
Wisatawan bisa menikmati pulau dengan view alami dan deretan pantai yang luar biasa eksotis. Selain alam yang memukau, pulau seluas 19 kilometer persegi tersebut merupakan habitat hewan imut endemis Australia, yakni quokka.
Tak sedikit media massa internasional yang mendaulat quokka sebagai the happiest animal on earth karena wajahnya yang seperti selalu tersenyum. Ya, jika beruntung bisa berswafoto dengan quokka, hewan itu akan terlihat seperti tersenyum.
Orang yang beruntung itu adalah Frans Margo dan Widika. Dua rekan saya di TWA Indonesia. Bahkan, Widika rela merangkak dan mengendap-endap demi bisa ber-selfie dengan quokka. "Yea, akhirnya bisa selfie bareng. Ia (quokka, Red) tersenyum dong," kata Widika semringah.
Hal serupa dirasakan Frans. Dia membutuhkan waktu 10–15 menit agar bisa berswafoto dengan quokka. "Wah, keren," ucapnya. Padahal, quokka tak perlu dikejar-kejar. Hewan itu akan menghampiri pengunjung dengan sendirinya. Sebab, quokka tidak takut kepada manusia. Namun, Widika dan Frans rela mencari quokka dan merangkak demi hasil jepretan yang memuaskan.
Saat ini, ada sekitar 12 ribu quokka yang hidup bebas di Rottnest Island. Rupanya, hewan itulah yang membuat pulau tersebut dinamai Rottnest. "Waktu itu, penjelajah Belanda menyebut quokka sebagai the big rat," tutur Sarah, pemandu dari Rottnest Express.
Adalah Willem de Vlamingh, kapten kapal Belanda, yang menjelajahi pulau itu pada 1696. Selama enam hari, dia menemukan banyak big rat atau quokka. Bentuknya seperti tikus, tetapi ukurannya seperti kucing. Jika berdiri, ia seperti kanguru. Namun, lompatannya tak jauh. "Dari situ, Willem de Vlamingh menamai pulau tersebut sebagai rat nest alias sarang tikus. Kemudian menjadi Rottnest," tambahnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
