
TERTARIK: Para peserta KBP 2018 memberi makan rusa.
Berkegiatan di alam bebas, tentunya sudah biasa. Tetapi apa jadinya apabila kemah dilakukan di tengah markas militer. Selain berkegiatan guna menanamkan sisi nasionalisme, para pelajar dan mahasiswa tersebut juga diperkenalkan dengan alutsista. Tidak lupa kegiatan melihat dan memberi makan rusa. Seperi apa keseruannya?
Dian Ayu Antika Hapsari, Malang
JawaPos.com - Suara dan celoteh para gadis tak henti-hentinya terdengar di depan penangkaran rusa, yang ada di Markas Divisi 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (30/6).
Seolah tidak ada lelah setelah mengikuti kegiatan Kemah Bhakti Pemuda (KBP) 2018, para gadis yang berasal dari pelajar dan mahasiswa itu antusias mengikuti pengenalan lingkungan Madivif 2 Kostrad.
Salah satunya, adalah kunjungan ke penangkaran rusa. Penangkaran rusa ini, terletak di halaman depan markas. Dilengkapi dengan pagar besi, agar rusa tak kabur. Ada sebelas ekor rusa dari dua jenis yang menghuni penangkaran ini. Lebih dari 10 tahun, tempat itu dijadikan lokasi penangkaran. Namun, baru diresmikan 2008 lalu.
Para peserta perempuan tak hentinya bertanya antusias soal rusa. Ada juga yang sibuk mendengarkan penjelasan dari perwira penanggung jawab penangkaran, Letda (Kav) Tasmo.
Tidak sedikit pula yang mencoba memberi makan hewan bertanduk dengan perangai anggun itu, dengan rumput gajah. Walau mereka tampak masih takut-takut.
Salah satunya adalah Inda Purwati, 20. Mahasiswi Unisma itu mengaku tertarik saat mengunjungi penangkaran rusa. Bagian yang membuat dia exciting adalah saat memberi makan rusa tutul tersebut.
“Menarik, saya senang apalagi ketika memberi makan tadi. Jadi semacam refreshing gitu ya. Seperti di kebun binatang," kata dia.
Gadis yang tergabung dalam organisasi resimen mahasiswa (Menwa) Unisma itu mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan yang digelar oleh instansi TNI. Namun, dia selalu tertarik. Karena menurutnya menyenangkan dan bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme dan disiplin diri.
Sementara itu, Letda (Kav) Tasmo, menjelaskan, Divif 2 Kostrad memiliki 11 ekor rusa dari dua jenis. Yakni rusa tutul dan sambar, dengan dua betina dan sembilan pejantan. Rusa ini sudah ditangkarkan di halaman depan Madiv 2 Kostrad, sejak beberapa tahun lalu. “Namun, baru diresmikan tahun 2008,” kata perwira yang bertanggung jawab untuk penangkaran rusa.
Para rusa ini diberi makan sehari tiga kali dengan rumput gajah. Biasanya, ketika siang, beberapa siswa SD datang berkunjung untuk ikut memberi makan hewan anggun tersebut.
“Ya ada masyarakat yang datang untuk melihat dan memberi makan rusa. Gratis tidak dipungut biaya,” tandasnya
Sementara itu, pendamping peserta, Letda (Inf) Andre Rachman Fadhilah, menjelaskan, para peserta KBP diajak untuk berkeliling ke beberapa tempat di Madiv 2 Kostrad. Mulai dari museum, kandang rusa, kolam renang dan kandang kelinci.
Di museum, para peserta menyaksikan sejarah perjuangan bangsa, alat-alat yang digunakan untuk berjuang. Di museum juga, para peserta menyaksikan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang pernah digunakan.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
