
MENOLAK TUA: Jikustik diperkuat lagi oleh Icha (dua dari kanan0 dan aktif di kanal YouTube-nya. (DOKUMENTASI JIKUSTIK)
LAHIR pada 1996 ketika internet atau media sosial belum besar, Jikustik tak lantas kuper (kurang pergaulan) dan gaptek (gagap teknologi). Band asal Jogjakarta itu justru mampu memaksimalkan fungsi media sosial (medsos) dengan baik. Mereka menjadikan medsos sebagai alat promosi plus mencari pendapatan lain di luar manggung.
”Band ini memang berisi pria-pria ’jadul.’ Tapi, bukan berarti kami tidak mengikuti perkembangan zaman yang ada. Digitalisasi musik juga dilakukan sejak lama,” kata keyboardist Jikustik Adhit. ”Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Jikustik itu tetap rilis karya di digital, baik dengan label maupun indie,” lanjutnya.
Di platform musik digital seperti Spotify pun sudah terpampang semua karya Jikustik. Mulai album pertama hingga single baru. ”Kalau fisik ya masih tetap. Tapi, mungkin nanti di-bundling dengan merchandise lain. Pasarnya untuk kolektor dan fans loyal,” terang Adhit.
Sama halnya dengan band-band lawas, pandemi Covid-19 pada 2020 memaksa Jikustik membuat konten-konten di medsos. Salah satunya bereksplorasi di YouTube. ”Ada Jikustik Show yang kami rilis pada masa pandemi kemarin. Sudah ada lebih dari 10 episode,” jelas Adhit.
Adhit mengakui, jumlah viewers kanal YouTube milik Jikustik belum mencapai jutaan. Masih di angka ribuan saja. ”Tapi, alhamdulillah, dengan adanya YouTube, Jikustik bisa menambah pemasukan band,” ungkap Adhit.
Apa yang dilakukan Jikustik sejalan dengan Caffeine. Selain mengunggah beberapa video manggung, Caffeine mencoba merilis ulang klip video milik mereka yang pernah hit belasan tahun lalu.
Soal karya, Caffeine juga lebih menomorsatukan rilisan digital. Selain karena digital lebih gampang dan murah, band asal Bandung itu ingin mengikuti perkembangan industri musik saat ini. ”Kami juga punya rencana merilis fisik. Tapi ya, setelah rilis beberapa single secara digital dulu,” ujar gitaris Caffeine Beni Anwar.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
