
Para pemain film Kafir saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, Rabu (1/8).
JawaPos.com - Tak cuma menjual kisah misteri yang berbau ritual mistik, film Kafir Bersekutu dengan Setan juga diklaim memiliki makna yang lebih luas. Pemeran Ibu Sri, Putri Ayudya, mengatakan Kafir menekankan pada sebuah pengkhianatan.
"Aku suka banget apa yang diperes sama Mas Kinoi (Azhar Kinoi Lubis) di film ini bahwa buat dia pengertian dari kafir ini adalah sebuah pengkhianatan. Bahwa semua orang bisa melakukan itu. Semua orang bisa dengan mudah tergoda sama itu. Jadi, kembali ke kita," kata Putri Ayudya saat bertandang ke kantor Jawa Pos, Jakarta, Rabu (1/8).
Hanya saja, Putri tidak menjelaskan pengkhianatan yang ditunjukkan dalam film Kafir. Namun, tampaknya tidak jauh dari pengkhianatan dalam sebuah hubungan keluarga. Sebab, film besutan Starvision ini mengangkat kisah sebuah keluarga.
"Kita kayak tokoh yang menjalani kehidupan sehari-hari, terus tiba-tiba ketemu sama hal-hal yang aneh. Tapi, utamanya bukan ketemu anehnya tapi bagaimana kita jagain tokoh satu sama lain. Kita mengenal anak sendiri, saudara sendiri. Hal yang aneh itu jadi trigger, di mana semua karakter akan merespon," ujar Putri.
Masalah pengkhiatan juga ditekankan oleh Nadya Arina. Berperan sebagai Dina, putri dari Sri, dia mengatakan bahwa hal buruk yang dialami keluarganya di film Kafir ada hubungannya dengan perbuatan di masa lalu.
"Yang paling menarik menurut aku, apa yang pernah kita lakukan di masa lalu pasti ada konsekuensinya di masa yang akan datang. Entah itu langsung ke kita atau mungkin ke orang terdekat kita. What goes around comes back around," ungkapnya.
Demikian juga dikatakan Indah Permatasari. Menurutnya, kafir bisa terkait perilaku buruk seseorang terhadap manusia lain. Dengan kata lain, dapat diartikan sebuah pengkhianatan.
"Kafir bersekutu dengan setan, kayak misalnya kalau bersekutu, ya kafir. Tapi bener juga kata Pak Sujiwo Tejo, kafir bisa didefinisi banyak macem. Dia nggak bisa berdiri sendiri. Kafir bisa dalam artian dalam diri kita sendiri atau perilaku kita terhadap manusia lain," ujarnya.
Sementara itu, buat Rangga Azzof, film Kafir menekankan kisah drama keluarga yang dibumbui dengan kisah mistik. Baginya, yang ingin ditonjolkan dari film ini adalah bagaimana menjaga hubungan keluarga tetap utuh, apapun caranya.
"Tujuan film ini malah cinta keluarga. Gimana cara si ibu, anak, adek berjuang untuk keluarga. Gimana satu keluarga ini survive menjaga keutuhan keluarga ini," pungkasnya.
Apakah memang semua berawal dari sebuah pengkhianatan? Silahkan buktikan sendiri karena film Kafir mulai tayang hari ini, Kamis (2/8) di bioskop seluruh tanah air.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
