
Tiara Andini dan Jefri Nichol. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com – Film My Sassy Girl versi Indonesia siap tayang. Diadaptasi dari salah satu film terlaris Korea Selatan dengan judul yang sama rilisan 2001, versi Indonesia mengusung tema modern alias dibawa ke era milenial.
Film tersebut juga di-remake dengan menyesuaikan budaya lokal. Hal itu disampaikan sutradara Fajar Bustomi saat konferensi pers di kantor Falcon Picture di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (31/5). ’’Memang harus diubah supaya relate dengan kehidupan masyarakat kita. Kalau nggak, nanti malah nggak nyambung,’’ terang Fajar.
Dia meyakini, film adaptasi memang semestinya dibuat dengan versi berbeda dari aslinya. Fajar menuturkan, tak sedikit filmmaker yang gagal me-remake sebuah film lantaran terpaku dengan versi orisinal. ’’Di luar negeri sukses, tapi di sini nggak karena masih pakai budaya luar negeri. Itu yang akhirnya bikin filmnya jadi berjarak dengan kehidupan orang Indonesia,’’ papar sutradara film Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea: Suara dari Dilan tersebut.
Pengambilan gambar adegan My Sassy Girl menggunakan kamera Sony tipe Venice yang juga digunakan untuk syuting film Avatar 2. Ada fitur full-frame dengan resolusi 6k. Di sisi lain, mayoritas bioskop Indonesia masih menggunakan resolusi 2K–4K. Itu jelas menjadi kebanggaan bagi Fajar yang merasa mendapat dukungan maksimal dari produser. ’’Senang pastinya, film Indonesia di-support kamera canggih yang biasa digunakan film-film Hollywood,’’ ucapnya.
My Sassy Girl versi Indonesia dibintangi Tiara Andini (Sissy) dan Jefri Nichol (Gian). Gadis barbar dan pemuda culun itu bertemu di salah satu stasiun kereta api ketika Sissy tengah mabuk. Namun, pertemuan tersebut membuat hubungan mereka semakin dekat hingga tak siap untuk berpisah.
Meski Sissy selalu bersikap kasar dan konyol, bahkan merundung, Gian tetap menuruti permintaan-permintaan anehnya. Gian juga tak pernah sekali pun membalas pukulan Sissy. Sebab, Gian menyadari bahwa Sissy punya alasan tersendiri atas sikapnya itu.
Di sisi lain, Tiara mengaku menerima tawaran film tersebut tanpa pikir panjang. Selain karena tergila-gila dengan segala sesuatu tentang Korea, dia juga ingin menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Ya, ini merupakan debut pelantun Terlanjur Mencinta itu main film.
Karena itu, dia mengaku kaget saat tahu akan jadi pemain utama. Dan dipasangkan dengan Jefri Nichol yang sudah punya nama di dunia perfilman tanah air. ’’Deg-degan, nervous, dan sedikit tertekan. Itu yang bikin aku reading dan latihan akting tuh maksimal banget,’’ kata Tiara.
Jefri juga kaget saat diberi tahu bahwa lawan mainnya adalah seorang penyanyi. Kendati demikian, Tiara maupun Jefri sama-sama tidak menemukan kesulitan serius saat membangun chemistry dan beradu akting.
Mereka mulai membangun rasa saling nyaman saat proses reading. ’’Kaget pas reading, tapi nggak expect sih dia (Tiara, Red) belajar sampai sebegitunya. Simulasi scene berulang kali diikutin semua. Itu yang bikin bangga,’’ ujar Jefri. My Sassy Girl versi Indonesia dijadwalkan tayang 23 Juni mendatang.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
