
Penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton dilarang masuk ke Indonesia karena terindikasi mendukung Israel. imigrasi memastikan tidak akan menerbitkan visanya. (Instagram @ditjen_imigrasi)
JawaPos.com - Israel Houghton menjadi sorotan setelah pemerintah Indonesia memastikan tidak memberikan izin untuk rencana konsernya di Tanah Air. Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan menolak permohonan visa Houghton apabila dia mengajukannya untuk kembali tampil di Indonesia.
Keputusan tersebut membuat sosok Israel Houghton ikut menjadi perhatian publik. Selama lebih dari tiga dekade, pria asal Amerika Serikat itu dikenal sebagai penyanyi gospel, penulis lagu, produser, arranger, sekaligus worship leader yang memiliki pengaruh besar dalam musik Kristen kontemporer.
Lantas, siapa sebenarnya Israel Houghton dan bagaimana perjalanan kariernya hingga dikenal sebagai salah satu nama besar di dunia musik gospel?
Baca Juga:Prediksi Jirayut Jitu, Timnas Indonesia Menang Lawan Thailand
Israel Houghton lahir di Oceanside, California, Amerika Serikat, pada 19 Mei 1971. Ia tumbuh dalam lingkungan yang multikultural dan kemudian menjadikan pengalaman tersebut sebagai salah satu warna utama dalam karya musiknya.
Houghton dikenal lewat kemampuannya memadukan gospel dengan sejumlah genre seperti musik Kristen kontemporer, jazz, rock, soul, hingga unsur musik dari berbagai budaya. Perpaduan tersebut membuat musik yang dibawakannya memiliki karakter berbeda dibandingkan musik gospel konvensional.
Kariernya di bidang pelayanan musik dimulai sejak 1989. Beberapa tahun kemudian, Houghton mendirikan New Breed Ministries pada 1995 bersama sejumlah musisi dan penyanyi. Dari sinilah kemudian berkembang nama Israel & New Breed yang menjadi identitas utama dalam perjalanan musiknya.
Israel Houghton mulai membangun karier rekamannya pada akhir 1990-an. Album seperti Whisper It Loud dan Way of the World menjadi bagian awal perjalanan musiknya sebelum Israel & New Breed semakin dikenal lewat album New Season pada 2001.
Popularitasnya terus berkembang melalui sejumlah karya, termasuk album Real pada 2002 dan Live from Another Level pada 2004. Album-album tersebut memperlihatkan ciri khas Houghton dalam menggabungkan musik worship dengan elemen gospel dan musik populer.
Salah satu titik penting kariernya datang melalui Alive in South Africa, proyek yang direkam di Cape Town pada 2005. Karya tersebut kemudian membawa Israel & New Breed meraih Grammy untuk kategori Best Traditional Gospel Album pada 2007.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022