Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 00.43 WIB

Febby Rastanty Ungkap Alasan Terima Sinetron Biarkan Hati Bicara

Febby Rastanty dan lawan mainnya Rangga Azof dalam sinetron Biarkan Hati Bicara. (Instagram: febbyrastanty) - Image

Febby Rastanty dan lawan mainnya Rangga Azof dalam sinetron Biarkan Hati Bicara. (Instagram: febbyrastanty)

JawaPos.com - Febby Rastanty mengungkap alasan kenapa dirinya menerima tawaran bermain sinetron Biarkan Hati Bicara tayangan SCTV. Bukan sekadar didapuk menjadi pemeran utama, Febby justru tertarik karena karakter Arina yang diperankannya menawarkan tantangan berbeda dari sejumlah peran protagonis biasanya.

Menurut Febby, karakter protagonis yang selama ini dimainkannya lebih banyak digambarkan sebagai sosok tertindas dan mudah larut dalam kesedihan. Sementara Arina memiliki karakter yang jauh lebih berani dan tegas dalam menghadapi masalah.

"Aku biasanya kalau protagonis itu tertindas dan menangis aja. Di sini karakter Arina lebih berani," ujar Febby Rastanty dalam jumpa pers virtual.

Keberanian Arina terlihat ketika berhadapan dengan Fico, karakter yang diperankan Rangga Azof. Meski mendapat perlakuan keras, Arina tidak memilih diam atau mundur. Ia justru berani melawan dan mempertahankan apa yang diyakininya.

"Dia nggak takut buat ngelawan Fico. Bahkan ketika Fico bersikap kasar atau mau nampar Arina, dia tetap berani menatap balik. Itu yang menurut aku menarik," tuturnya.

Di balik sosoknya yang pemberani, Arina ternyata menyimpan trauma besar dari masa lalu. Luka tersebut menjadi salah satu alasan Febby Rastanty merasa karakter Arina memiliki banyak sisi yang menarik untuk digali selama proses syuting.

Febby mengungkapkan, Arina sejak kecil harus menghadapi pengalaman traumatis setelah melihat ibunya dibunuh di depan mata kepalanya sendiri. Setelah kejadian tersebut, Arina harus tinggal bersama tantenya.

"Arina punya banyak layer. Dia berani, tapi sebenarnya punya trauma masa lalu yang besar. Dari kecil dia melihat ibunya dibunuh di depan mata, lalu harus tinggal bersama tantenya. Itu yang membuat karakternya sangat kompleks dan menarik untuk dipelajari," jelas Febby Rastanty.

Selain pemberani, Arina juga digambarkan sebagai perempuan yang memiliki pendirian kuat. Ia cenderung keras kepala ketika berhadapan dengan sesuatu yang diyakininya sebagai suatu kebenaran.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore