the odyssey (x @fandompulse)
JawaPos.com – Film The Odyssey garapan Christopher Nolan belum resmi dirilis, tetapi sudah menjadi bahan diskusi hangat di kalangan akademisi.
Dikutip dari Variety, sejumlah pakar sastra Yunani, arkeolog, sejarawan, hingga profesor berkumpul usai menyaksikan pemutaran khusus film tersebut dan menghabiskan waktu berdebat mengenai berbagai aspek adaptasi karya epik Homer.
Meski pendapat mereka berbeda-beda, mayoritas sepakat bahwa film ini berhasil menghidupkan kembali minat terhadap sastra klasik.
Joel P. Christensen, editor The Oxford Critical Guide to Homer's Odyssey, mengakui awalnya ia berusaha memisahkan karya Homer dengan interpretasi Nolan.
Menurutnya, The Odyssey versi layar lebar sebaiknya dinilai sebagai karya sinematik tersendiri, bukan sebagai reproduksi sempurna dari puisi epik yang telah diwariskan selama hampir tiga milenium. Pendekatan tersebut membuat banyak akademisi lebih terbuka menikmati film sebagai karya seni modern.
Antusiasme terhadap film ini juga terlihat dari tingginya penjualan tiket. Lebih dari 95 persen penayangan format IMAX 70mm untuk lima pekan pertama telah ludes terjual.
The Odyssey disebut memicu kebangkitan minat publik terhadap literatur klasik. Ratusan artikel akademik bahkan telah diterbitkan sebelum filmnya resmi tayang.
Film ini sempat memicu perdebatan di media sosial terkait pemilihan pemain dan desain produksinya yang dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan era Mycenaean.
Namun, para pakar justru menilai isu tersebut bukan persoalan utama. Mereka menegaskan bahwa puisi Homer sendiri dipenuhi berbagai anakronisme sehingga adaptasi modern tetap memiliki ruang untuk berkreasi selama mampu menyampaikan esensi ceritanya.
Perdebatan terbesar justru muncul pada bagaimana Nolan menerjemahkan bahasa dan nilai moral dalam The Odyssey ke dalam naskah film.
Sejumlah akademisi menilai adaptasi ini lebih menonjolkan spektakel visual dibanding kompleksitas moral yang menjadi kekuatan puisi asli.
Meski demikian, mereka menganggap setiap generasi memang berhak menghadirkan interpretasi baru terhadap karya Homer, sebagaimana berbagai terjemahan dan adaptasi yang telah lahir selama berabad-abad.
kehadiran The Odyssey dipandang sebagai peluang besar untuk menghidupkan kembali kajian humaniora yang belakangan mengalami penurunan.
Para dosen optimistis film ini akan membuat semakin banyak mahasiswa tertarik mempelajari sastra Yunani kuno.
Terlepas dari berbagai perubahan yang dilakukan Nolan, para akademisi sepakat bahwa film tersebut merupakan sebuah karya seni yang layak didiskusikan dan akan membuka babak baru dalam apresiasi terhadap warisan sastra klasik.