
Ilustrasi Pembunuhan (pinterst)
JawaPos.com - Dwintha Anggary, cucu dari seniman legendaris Mpok Nori, dibunuh oleh mantan suaminya berinisial F, warga negara asing (WNI) asal Irak. Dia dibunuh di rumah kontrakannya yang terletak di daerah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Dian, kakak pertama korban, menceritakan momen detik-detik mengetahui sang adik sudah meninggal dunia bersimbah darah di rumah kontrakannya.
Berawal dari pekerjaan paruh waktu menyediakan katering untuk open house di hari lebaran yang harus dikerjakan oleh Dwintha Anggary. Tak kunjung bisa dihubungi, pemberi pekerjaan akhirnya menghubungi pihak keluarga.
Keluarga Dwintha Anggary kemudian mendatangi rumah kontrakannya sekitar pukul 03.00 sebelum waktu Subuh pada hari Sabtu (21/3). Setibanya di sana, pintu kontrakan dalam posisi dikunci dan lampu dalam kondisi mati atau kamar gelap.
"Pintu diketuk nggak ada respons. Karena ibu saya nggak bisa masuk ke jendela, akhirnya manggil adik saya yang cowok buat naik ke jendela, biar masuk gitu. Akhirnya dia masuk buka pintu," kata Dian.
Setelah pintu berhasil dibuka, diketahui bahwa Dwintha Anggary sudah dalam kondisi meninggal dunia di lantai. Terdapat sejumlah luka sayatan pada bagian tangan hingga bagian leher dari tubuh korban.
"Aku lihat di bagian leher itu ada kayak gumpalan gumpalan darah gitu yang warnanya sudah agak merah-merah," cerita Dian.
Mengetahui Dwintha Anggary sudah dalam keadaan meninggal dunia, pihak keluarga menghubungi RT setempat untuk memberi tahu kejadian tragis tersebut.
"Pak RT langsung datang dan bilang, jangan masuk dulu, akhirnya pintunya ditutup, kita disuruh standby sampai Polsek datang. Kita lihat di kasur ada darah, di badannya semua ada darah," ungkapnya.
Mengetahui adiknya dibunuh, keluarga Dwintha Anggary langsung menduga pelakunya adalah mantan suaminya. Dugaan itu cukup kuat mengingat mantan suaminya selalu mendesak korban untuk rujuk namun selalu ditolak.
