
Opera Peking, pertunjukan asal Tiongkok yang memadukan musik, dialog, gerak tubuh, hingga seni bela diri. (Zhao Yiping/UNESCO)
JawaPos.com - Sebagai salah satu bentuk seni tradisional paling ikonik di Tiongkok, Opera Peking, telah menjadi simbol kekayaan budaya yang melampaui sekedar hiburan panggung. Dengan perpaduan musik, dialog, gerak tubuh, hingga seni bela diri, pertunjukan ini menawarkan pengalaman artistik yang penuh makna dan tradisi.
Menurut UNESCO, Opera Peking menggunakan dialek Beijing dalam nyanyian dan dialognya, sementara naskah atau libretto-nya disusun mengikuti aturan ketat yang menekankan bentuk, rima, dan keindahan bahasa. Kisah yang dibawakan pun beragam, mencakup cerita sejarah, politik, kehidupan sosial, hingga peristiwa sehari-hari, dengan tujuan mengedukasi sekaligus menghibur para penonton.
Musik memegang peran penting dalam menciptakan suasana dan ritme cerita. Dalam civilian plays, instrumen dengan senar dan tiup seperti jinghu bernada tinggi dan seruling dizi menjadi penguat suasana drama. Sementara itu, military plays lebih menonjolkan instrumen perkusi seperti bangu dan daluo untuk menegaskan adegan pertempuran. Seluruh penampilan dibawakan dengan setiap gerakan tangan, tatapan mata, posisi tubuh hingga langkah kaki mengikuti koreografi tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Properti dan dekorasi panggung justru digunakan seminimal mungkin, namun kostumnya dibuat sangat mencolok dengan riasan wajah yang penuh simbol warna, pola, dan karakter, menggambarkan identitas serta sifat tokohnya. Seni ini diwariskan melalui pelatihan ketat antara guru dan murid. Hingga kini, Opera Peking tetap menjadi salah satu warisan budaya paling dikenal di Tiongkok, mencerminkan estetika masyarakat tradisionalnya.
Keterampilan Utama Para Aktor
Mengutip The China Journey, pertunjukan Opera Peking dibangun melalui empat keterampilan utama para aktornya yaitu, bernyanyi, berbicara, akting, dan akrobat. Kemampuan vokal dan dialog musikal membentuk elemen “lagu”, sementara akting dan akrobat menjadi bagian “tarian” yang menghadirkan gerakan dan atraksi fisik.
Para pemain biasanya mulai berlatih sejak usia muda untuk menguasai keempat aspek tersebut, karena keseimbangan antara teknik vokal, ekspresi tubuh, dan kemampuan fisik sangat penting dalam menggambarkan karakter secara utuh.
Peran Utama dalam Opera Peking
Dalam pertunjukannya, Opera Peking memiliki empat kategori peran utama. Melansir dari IDCPC, kategori tersebut meliputi Sheng (tokoh pria), Dan (tokoh wanita), Jing (tokoh dengan wajah dilukis), dan Chou (badut atau komedian). Kategori Sheng terbagi lagi menjadi beberapa tipe, seperti Lao Sheng yang menggambarkan pria dewasa berwibawa, Xiao Sheng yang mewakili pemuda berwatak lembut atau elegan, serta Wu Sheng yang dikenal dengan kemampuan akrobat tinggi.
Peran Dan memiliki ragam karakter, mulai dari wanita anggun dan berbudi seperti Qing Yi, perempuan ceria seperti Hua Dan, hingga sosok perempuan kuat seperti Dao Ma Dan atau Wu Dan. Sementara itu, karakter Jing mudah dikenali dari riasan wajah berpola tegas dan warna-warna ikonis yang melambangkan kepribadian, seperti merah untuk karakter berbudi baik, dan putih untuk tokoh licik. Di sisi lain, karakter Chou tampil sebagai tokoh jenaka yang menjadi penghibur sekaligus penyegar cerita.
Lokasi Menikmati Opera Peking
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan pertunjukan ini secara langsung, Beijing menawarkan sejumlah lokasi populer. Melansir dari Windhorse Tour, Liyuan Theatre di Qianmen Jianguo Hotel menjadi salah satu tempat yang paling terkenal dengan pertunjukan harian, lengkap dengan teks terjemahan bahasa Inggris.
Pilihan lainnya adalah Huguang Guild Hall, sebuah bangunan bersejarah dekat Danau Houhai yang menawarkan pengalaman menonton sekaligus opsi makan malam. Ada pula Chang’an Grand Theatre di Distrik Chaoyang, yang menyajikan Opera Peking dan berbagai seni tradisional lainnya.
National Centre for the Performing Arts di pusat kota Beijing juga kerap menghadirkan pertunjukan berskala besar dalam teater berteknologi modern. Sementara itu, bagi pengunjung yang mencari nuansa klasik, Zhengyici Theater menjadi pilihan ideal untuk menikmati Opera Peking dengan sentuhan tradisi yang kuat.
Sebagai salah satu warisan budaya Tiongkok yang paling menonjol, Opera Peking tidak hanya mempertahankan nilai sejarahnya, tetapi juga terus menarik perhatian dunia melalui kekayaan musikal, visual, dan teknik pertunjukannya yang unik. (*)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
