Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2024 | 03.55 WIB

Video Terakhir yang Dikirim Kaisar Akira ke Drummer Matta Band di Detik-detik Sebelum Meninggal

Satu hari kemudian atau pada Kamis, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 9.40 WITA, Kaisar Akira Ayman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Instagram matta.band) - Image

Satu hari kemudian atau pada Kamis, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 9.40 WITA, Kaisar Akira Ayman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Instagram matta.band)

 
JawaPos.com-- Kaisar Akira Ayman ternyata sempat mengirimkan sebuah video ke ayahnya, Yadi Bachman alias Wox, drummer Matta Band, di detik-detik sebelum meninggal dunia akibat tenggelam di Nusa Penida, Bali.
 
Video yang dikirimkan Kaisar Akira memiliki durasi pendek kurang dari dua menit. Dalam video itu, Kaisar hanya mengabarkan kepada sang ayahanda bahwa dirinya sudah berada di Pulau Dewata dalam rangka study tour.
 
"Sebelum kejadian sekitar pukul 09.00 hingga 10.00, dia kirim video lewat WhatsApp. Tapi karena sinyalnya jelek baru terkirim pukul 14.00. Dia bilang, ‘Di Nusa Penida nih’," kata Yadi Bachman dalam jumlah pers virtual, Jumat (1/11).
 
 
Tak disangka video itu ternyata menjadi video terakhir yang dikirimkan sang putra kepada dirinya.
 
Wox mengaku tidak ada firasat apa pun akan kehilangan sang putra. Oleh sebab itu, dia sangat terkejut begitu mendengar kabar Kaisar Akira disebut hilang dan ternyata meninggal dunia.
 
Dia menganggap meninggalnya Kaisar sudah merupakan takdir hidupnya. Wox pun tidak mau mencari kambing hitam siapa yang bersalah atas kejadian meninggalnya sang putra.
 
Dalam kesempatan itu, Wox bercerita, anaknya dan teman-temannya sedang berenang pada Rabu (30/10) di Klingking Beach. Angin pada saat itu memang sedang kencang-kencangnya dan belum ada petugas berjaga ketika mereka berenang.
 
"Memang saat itu anginnya lagi kencang-kencangnya, ombak lagi besar.  Anak saya datang kepagian mungkin. Sebelum ada petugas masuk, anak saya dan teman-temannya mungkin sudah ada di dalam," papar Wox.
 
Saat anaknya dan teman-temannya berenang, ombak besar datang dan kemudian menggulung anaknya ke tengah laut. Momen saat Kaisar minta tolong saat terbawa ombak sebenarnya diketahui oleh teman-temannya. Akan tetapi tidak ada dari mereka yang berani menolong Kaisar.
 
Jenazah Kaisar baru ditemukan keesokan harinya pada pada Kamis (31/10) sekitar pukul 09.40 WITA. Jenazahnya ditemukan sekitar 200 meter dari bibir pantai.
 
Wox menjelaskan kenapa dirinya dan istri baru sampai di Nusa Penida sehari setelah kejadian. Padahal, dia sebenarnya cepat diberi tahu bahwa Kaisar terbawa ombak.
 
"Tidak ada penyebrangan malam hari ke Nusa Penida. Pagi harinya saya baru bisa nyebrang. Masya Allah baru 10 menit berada di tangga paling atas, rekan saya melihat salah satu jasad mengambang di zoom. Ternyata benar itu jasad anak saya," paparnya.
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore