Ilustrasi Coklat Valentine dan Bunga. (freepik/pvproductions)
JawaPos.com - Entah Anda menyukai Hari Valentine atau membencinya, satu hal yang jelas: sejarah Hari Valentine sudah ada sejak dahulu kala.
Dan meskipun Hari Valentine sekarang dikenal dengan ciuman, hadiah Hari Valentine, dan reservasi makan malam yang sulit didapat—asal muasal hari raya tersebut tidak terlalu romantis.
Mengutip dari Real Simple, sejarah Hari Valentine tidak bisa dikatakan penuh kasih sayang karena menampilkan seorang santo, pembantaian, dan bahkan biarawati berdosa di Hari Valentine yang akan diulas berikut ini.
1. Tanggal dan hari perayaan Valentine
Pertama, penyegaran singkat: Hari Valentine selalu jatuh pada tanggal 14 Februari. Hari Valentine 2024 akan jatuh pada hari Rabu, 14 Februari. (Tapi tunggu saja sampai tahun 2025, karena jatuh pada hari Jumat!)
Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine, dan sejak itu, tanggal 14 Februari menjadi hari perayaan—meskipun secara umum lebih bersifat religius daripada romantis.
Secara umum, umat Kristiani mula-mula sering memilih merayakan hari raya pada hari-hari yang bertepatan dengan festival dan perayaan yang ada (seperti Natal dan titik balik matahari musim dingin), sehingga mereka menempatkan Hari Valentine pada tanggal 14 Februari, sedangkan Lupercalia dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Baca Juga: Valentine Dinner Bersama Pemain Persebaya Surabaya, Merayakan Kasih Sayang Bersama Bonita
2. Awal mula terjadinya hari Valentine
Hari Valentine adalah hari tetap dalam kalender yang disamakan dengan hari libur pertengahan Februari dalam kalender Romawi kuno yang disebut Lupercalia—yang diyakini beberapa sejarawan adalah alasan mengapa Hari Valentine selalu tentang cinta.
Lupercalia merayakan kesuburan, dan mungkin termasuk ritual di mana pria dan wanita dipasangkan dengan memilih nama dari toples. Di Yunani Kuno, orang merayakan pertengahan musim dingin untuk pernikahan dewa Zeus dan dewi Hera.
3. Tentang Santo Valentine

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
