Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 00.14 WIB

Mengenal Stasiun Tuntang, Lokasi Ikonik Serial Gadis Kretek

Peron Stasiun Tuntang, yang dijadikan lokasi syuting serial Gadis Kretek. - Image

Peron Stasiun Tuntang, yang dijadikan lokasi syuting serial Gadis Kretek.

JawaPos.com – Serial hits Netflix terbaru yakni Gadis Kretek, menggunakan sejumlah tempat bersejarah di wilayah Jawa Tengah sebagai latar syutingnya, seperti Museum Kretek di Kudus dan Stasiun Tuntang yang berada di perbatasan Semarang dan Salatiga.

Stasiun Tuntang yang berdiri dengan arsitektur klasik, mendukung proses syuting serial Gadis Kretek yang memang berlatar masa era 1960-an.

Berikut ini sejarah singkat tentang Stasiun Tuntang, dirangkum JawaPos.com dari berbagai sumber:

Stasiun Tuntang sejatinya hanyalah stasiun kelas III atau stasiun kecil yang berada di Kecamatan Tuntang, perbatasan antara Salatiga dan Kabupaten Semarang. Kendati begitu, Stasiun Tuntang menjadi saksi sejarah Indonesia, utamanya soal pengoperasian kereta api di masa silam.

Stasiun yang termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang ini, dulunya dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatchappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta yang berkedudukan di Den Haag, Belanda, pada tahun 1871.

Stasiun Tuntang beserta kereta-keretanya, pertama kali dioperasikan pada 21 Mei 1873 silam. Kemudian, dibangun untuk kedua kalinya pada tahun 1905, dengan penampakan yang bisa dilihat di era sekarang.

Meskipun terbilang kecil, namun stasiun tuntang pernah memberi peran amat besar di era silam, yakni sebagai tempat transit layanan bus milik NIS, serta untuk pengiriman karet, kopi, gula, coklat dari Ambarawa ke lokasi tujuan.

Pada 1921, Stasiun Tuntang diakuisisi oleh perusahaan otobus swasta yakni Eerste Salatigasche Transport Onderneming (ESTO).

Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan moda transportasi, kereta api mulai kehilangan peminatnya. Hal ini kemudian membuat Stasiun Tuntang dinonaktifkan dan dialihfungsikan sebagai museum.

Sebelum benar-benar nonaktif, diketahui Stasiun Tuntang sempat beroperasi sebagai kereta wisara Ambarawa – Tuntang, namun hanya berjalan sebentar lantaran kondisi rel yang mulai rusak.

Setelah melalui berbagai renovasi, Stasiun Tuntang akhirnya dibuka kembali pada 2002, namun sebatas digunakan untuk kereta wisata yang memiliki dua jalur dan dilengkapi dengan sub depo lokomotif.

Stasiun Tuntang yang menjadi bagian dari wisata Museum Ambarawa ini, rencananya akan dijadikan museum lokomotif diesel. Hal itu mengingat bahwa kebanyakan lokomotif diesel elektrik yang diproduksi pada 1970-an silam, kini sudah tak beroperasi lagi dan mulai dipreservasi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore