
Titi Kamal untuk Jawa Pos
BAGI aktris Titi Kamal, rehat berakting di kala pandemi membawanya ke hobi lama. Yakni, memasak. Selama pandemi, Titi punya waktu untuk mengeksplorasi beragam menu bersama sang suami, Christian Sugiono, serta dua putra mereka, Juna dan Kai. Bahkan, di kanal YouTube pribadi Titi dan Tian, terdapat konten-konten memasak.
---
Titi semakin aktif ngonten masak. Sejak kapan sih sebetulnya senang memasak?
Sebetulnya sih pas udah nikah, hehehe. Soalnya dulu sebelum nikah tuh belum terlalu hobi.
Lantas, apa yang membuat Titi akhirnya senang memasak?
Sesudah nikah, aku harus bisa mengimbangi suami dong. Kebetulan, Tian dari waktu kami pacaran udah jago masaknya. Soalnya dia waktu itu kuliah di luar negeri. Jadi, mau nggak mau aku harus bisa lebih berkreasi. Nah, setelah menikah, aku jadi lebih tertantang.
Biasanya kalau memasak, Titi mendapat ide resep dari mana?
Banyak. Kadang aku lihat buku resep atau dari YouTube. Atau tanya-tanya sama teman. Kebetulan teman aku ada yang chef juga kan. Kadang juga nanya Mamah.
Masakan apa yang sering Titi bikin?
Segala macam. Misalnya, makanan-makanan Korea yang lagi ngetren atau yang ada di drama Korea. Aku juga nyoba menu-menu yang udah turun-temurun. Bisa juga bikin pizza, pempek, bakso, bolu, pasta, puding, atau bola-bola keju, makanan-makanan yang anak-anak suka. Mereka suka banget keju. Kadang masak besar pun pernah.
Biar anak-anak nggak bosan, biasanya Titi kreasiin pakai apa?
Alhamdulillah, selera mereka gampang. Jadi, cukup simpel sih. Visualnya dibikin cantik, kayak telur tuh dibentukin karakter. Atau ditaburin keju di atasnya. Pempek atau nasi goreng pun aku pakaikan keju. Pas masak aku sambil mendongeng juga. Itu bisa menstimulasi imajinasi anak, ya.
Pernah gagal ketika bikin sesuatu?
Pernah dong. Waktu itu bikin donat, tapi nggak ngembang! Hahaha. Tapi, aku terus berkreasi aja. Sebagai ibu, aku jadi senang sekaligus tertantang bikin makanan yang sempurna supaya anak senang.
Kalau Titi apakah punya pola makan khusus?
Paling goreng-gorengan sih, aku nggak terlalu sering. Kalau weekend biasanya waktu yang lebih leluasa untuk makan yang seru-seru. Pas weekday, aku sengaja batasi. Misalnya, di atas jam 8 malam camilannya buah.
Dari Titi, apa yang dirasakan ketika memasak?
Kayak ada kebahagiaan tersendiri gitu. Jadi, makin semangat. Apalagi kalau suami tanya kira-kira masak apa lagi ya? Hahaha. Buat aku, hal-hal kayak gini tuh bisa nambah kehangatan keluarga. Karena kadang di dapur kami masak bareng, jadi quality time kan sambil ngobrol.
Berarti memasak mempererat hubungan keluarga ya?
Itu bener banget. Di saat lagi masak aja kan kadang suka ada yang comot-comot. Yang gitu tuh udah lucu banget. Atau saat duduk bareng menikmati masakan dan ada yang bilang, ’’Enak, pengin lagi.” Pas suami lihat istrinya berhasil masak sampai muji-muji tuh juga bikin aku happy banget.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
