Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Maret 2018 | 17.50 WIB

Aroma Karsa Membuat Dee Lestari Meracik Muntahan Paus 'Ambergris'

Penulis Buku Dee Lestari saat louching buku - Image

Penulis Buku Dee Lestari saat louching buku

JawaPos.com - Dewi 'Dee' Lestari memulai riset yang dibarengi proses menulis untuk Aroma Karsa sejak Juli 2017. Dee kemudian banyak membaca buku hingga berurusan dengan 'Ambergris', muntahan paus yang digunakan sebagai bahan baku meracik parfum.


"Waktu masih di Singapura saya baca buku tentang teori wewangian. Sampai di sana itu yang saya cari, bahan bahan yang menarik. Sampai di sana (Singapura) itu yang saya cari bahan bahan yang menarik. Contohnya, ambergris, berasal dari muntahan paus, mahalnya minta ampun. Itu muntahan ikan paus, mengering selama berapa puluh tahun di laut, kemudian terbawa ke pinggir pantai, itu bisa dilelang laku Rp 500 juta. Itu (ambergris) dibeli oleh rumah-rumah parfum besar," tutur Dee usai rilis novel Aroma Karsa di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (14/3).


Pelantun Malaikat Juga Tahu itu juga mengenang bagaimana dia praktik meracik sebuah formula dari yang berbau tidak sedap menjadi sebuah aroma yang mengikat.


"Saya juga sadar bahwa dalam meracik wewangian itu sebuah bau bisa wangi karena banyak unsur di dalamnya. Dan bisa jadi, unsur yang membangun wangi itu tidak terlalu sedap jika dicium sendirian. Tapi begitu di gabung, seperti muntahan paus, ketika masuk ke dalam sebuah formula, dia bisa mengikat. Tentu saja di kelas itu lebih kepada praktek ya," kenangnya antusias.


Aneka bau pun dirisetnya selama 9 bulan, mulai dari yang terbusuk di Tepat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, hingga yang wangi dan menuntutnya les parfum di Singapura.


Dee mengungkapkan meracik parfum sama seperti menciptakan komposisi musik, yakni ada not yang tidak boleh salah. Demikian juga dalam meracik parfum, yaitu sudah ada kelompok wawangian yang memang karakternya tidak boleh salah.


Untuk diketahui, Aroma Karsa mengisahkan tokoh utama pria bernama Jati Wesi dan seorang perempuan bernama Tanaya Suma. Mereka merupakan tokoh sentral yang memiliki hiperosmia atau kemampuan membaui yang berlebih.


Dalam novel ini, keduanya akan berkolaborasi menggunakan kemampuan itu untuk mencari Puspa Karsa, bunga sakti yang mampu mengatur kehendak.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore