Poster Lakon Pasien No.1 Indonesia Kita. (Istimewa)
JawaPos.com - Peristiwa demi peristiwa sosial dan politik di Indonesia, datang bertubi-tubi seolah mendesak perhatian kita. Hal ini karena semuanya menginginkan prioritas di urutan pertama.
Gambaran inilah yang disampaikan oleh Indonesia Kita dalam pertunjukan terbarunya, “Pasien No. 1”. Dalam lakon Indonesia Kita ke-44 ini, mengajak penonton untuk merefleksikan situasi Indonesia saat ini, selayaknya situasi di sebuah rumah sakit.
Semua pasien yang datang berharap menjadi yang utama dan diprioritaskan pelayanannya. Semua kasus dan masalah kesehatan yang dialami pasien terasa penting dan mendesak untuk diurus.
Pasien No.1 mengisahkan kemerosotan etika dan moralitas para pengelola rumah sakit yang mendahulukan perawatan dan pelayanannya berdasarkan suap yang diberikan para pasien.
Kondisi sakit yang dialami para pasien, justru dilihat sebagai kemungkinan yang menguntungkan bagi para dokter dan perawat. Semakin banyak orang sakit yang datang, maka akan mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi rumah sakit.
Kondisi yang digambarkan pertunjukan ini, menjadi narasi ajakan Indonesia Kita kepada para penonton untuk peka dan berempati terhadap kondisi penegakan hukum yang dialami republik ini.
Dalam pementasan ke-44 yang akan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 31 Oktober 2025 dan Sabtu, 1 November 2025, naskah digarap oleh Agus Noor yang juga berperan sebagai sutradara.
Deretan aktor dan aktris panggung yang kerap tampil di pementasan Indonesia Kita, juga akan kembali menyapa penonton pada pertunjukan “Pasien No. 1” ini. Mereka adalah Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Inaya Wahid, Sruti Respati, Silir Wangi, Olla Simatupang, Mucle, Wisben, dan Joned.
Secara khusus, pertunjukan ke-44 ini dipersembahkan untuk mengenang jasa dan kredibilitas Jenderal Hoegeng Iman Santosa (14 Oktober 1921-14 Juli 2004), mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dari 1968 hingga 1971 yang dikenal teguh dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.
Sejumlah peristiwa sosial politik yang terjadi dalam setahun ini, dan berpuncak pada sejumlah aksi massa pada akhir Agustus, menjadi pendorong bagi Butet Kartaredjasa dan Agus Noor untuk menyiapkan lakon Pasien No. 1 ini.
Di mata Butet, sosok Jenderal Hoegeng perlu ditampilkan sebagai tokoh inspiratif dalam pertunjukan ini, untuk mengingatkan pada para penegak hukum untuk menjalankan tugasnya secara kredibel dan menjalankan prinsip-prinsip demokrasi yang telah menjadi cita-cita bangsa Indonesia selepas Reformasi 1998.
Persembahan pertunjukan kepada sosok inspiratif telah dilakukan beberapa kali oleh Indonesia Kita. Sebelumnya, Indonesia Kita pernah mementaskan sejumlah seri maestro, di mana pertunjukan dibuat untuk mengenang tokoh-tokoh inspiratif. Di antaranya Koes Plus, Nano Riantiarno, dan Sawung Jabo.
“Pak Hoegeng memang dikenal juga sebagai seniman yang aktif mengembangkan musik keroncong dan hawaian. Namun di pertunjukan ini, kami menampilkannya sebagai ikon kejujuran, integritas dan keberanian dalam menjalankan tugasnya sesuai peraturan dan hukum,” ujar Butet Kartaredjasa.
Untuk itulah, Butet Kartaredjasa secara khusus, menyambangi Meriyati Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng di rumahnya yang terletak di daerah Depok, Jawa Barat pada September 2025.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
