
Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway bertajuk Hikayat Nusantara bakal digelar pada akhir bulan. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com-Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway bertajuk Hikayat Nusantara akan diselenggarakan pada akhir bulan. Jelang hari H, para penampil yang turut meramaikan acara tersebut menggelar latihan bersama. Dua di antaranya, Taufan Purbo dan Mirabeth Sonia.
Meski ini bukan kali pertama mereka tampil di Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway, keduanya mengaku masih merasa gugup. Taufan menyatakan bahwa kali ini akan tampil berbeda dari pagelaran di tahun-tahun sebelumnya.
Dia dipercaya membawakan sekaligus memerankan karakter legenda masyarakat dari Sumatera Barat, yakni Malin Kundang.
“Ini menarik karena akan diceritakan sisi Malin Kundang yang belum pernah diceritakan sebelumnya,” kata Taufan di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Minggu (3/8).
Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway bakal menyuguhkan cerita tentang upaya Malin Kundang agar mendapat permohonan maaf dari orang tuanya.
“Dia kan anak durhaka, tapi dia mencari bantuan ke seluruh penjuru negeri mencari ibunya. Makanya dia buat pesta yang luar biasa,” ujar Taufan.
Berdialek Sumatera Barat menjadi kesulitan sekaligus tantangan sendiri bagi Taufan selama proses pendalaman karakter. Walau di pertunjukkan nanti tetap menggunakan bahasa Indonesia. Meski begitu, Taufan tetap melakukan riset khusus untuk bisa menunaikan tanggung jawabnya itu.
“Lumayan harus ngulik karena dari faktor dialek aja sih. Saya belum ketemu directornya, tapi kami berdialog dengan Bahasa Indonesia,” ucap dia.
Selain itu, lokasi acara juga menjadi tantangan lain yang harus dia taklukan. Sebab, ada beberapa koreografi yang mesti ditampilkan olehnya. Belum lagi, dia juga harus membawakan sekitar 5 lagu.
“Ini pertama kali kami tampil di Indonesia Arena, blockingan-nya kan besar sekali, jadi koreonya akan menguras tenaga. Di sini koreonya luar biasa, tapi seru pasti,” jelas Taufan.
Mirabeth dipercaya menghidupkan tokoh Ibu Malin Kundang. Serta, membawakan tujuh lagu daerah dengan iringan orchestra. Seluruh lagu yang dibawakan diakui punya kesulitan masing-masing. Mengingat lirik bahasa yang digunakan pun berbeda-beda.
“Aku paling excited Kambanglah Bungo dan Keroncong Kemayoran karena gabungan banyak genre dan dijahit sama adegannya,” ucap Mirabeth.
Sama seperti Taufan, dia juha menuturkan kemegahan panggung menjadi tantangan sekaligus daya tarik Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway tahun ini. Namun, juga menjadi sesuatu yang berbeda sekaligus spesial.
“Set panggungnya tuh yang sekarang megah banget, 180 derajat. Deg-degannya tuh masih ada banget. Walaupun ini bukan panggung Pagelaran Sabang Merauke pertamaku,” ucap penyanyia berusia 30 tahun itu.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
