JawaPos.com - Aktor Jourdy Pranata melakukan adegan dibungkus dengan kain kafan dalam film 'Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji’. Mungkin bagi sebagian orang hal itu akan mudah untuk dilakukan, tinggal pura-pura tidur saja. Nyatanya tak demikian bagi pemeran Rama itu.
Dalam naskah skenario, prosesi Jourdy dikafani sebenarnya biasa saja layaknya orang yang sudah meninggal. Namun pada saat proses pengambilan gambar dilakukan, secara spontan, Jourdy Pranata menangis tidak kuasa membendung air matanya meski sudah diupayakan. Menarik, momen itu dipertahankan oleh sang sutradara.
"Gua merasa takut mati pas dipocong. Dulu kan kita diajarin kalau meninggal cuma pakai baju kain kafan itu, dihimpit tanah, sempit, sesak. Pas dikafani itu lumayan terasa. Saat syuting memang beneran gua merasa takut sampai nangis," kata Jourdy di bilangan Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (12/5).
"Ditambah motivasi Rama ada di bawah kontrol mbak Rum, dia nggak bisa berbuat apa-apa. Ternyata memakai kain kafan, dipocongin, itu gak semudah pura-pura tidur," imbuh Jourdy.
Dalam film 'Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji’, Jourdy diceritakan memiliki perhatian cukup tinggi pada Asha. Perhatian itu lebih besar lagi setelah Asha mengadu kepada dirinya tentang apa yang dia alami dan rasakan.
"Niatnya mau menolong Asha, tapi malah kejebak dalam situasi anehnya Asha. Ada jiwa-jiwa heroik untuk membantu. Menjadi orang terlau baik ternyata nggak bagus juga ya. Jangan terlalu naif, itu yang gua pelajari dari Rama," paparnya.
Uniknya, tanpa direncanakan Jourdy Pranata ternyata kerap mendapatkan peran dengan karakter berakhir lewat kematian. Dia sendiri bingung kenapa karakter yang didapatkannya selalu berakhir dengan kematian.
"Kayak dari awal film dapat karakternya kita dibikin terjun, film horor mati sama ibu. Ini orang senang lihat gua mati apa gimana?," akunya.
Dari sejumlah karakter yang menggambarkan selalu berujung meninggal, Jourdy mampu memetik pelajaran berharga dari karakter yang dia mainkan namun rasanya terasa nyata.
" Yang bisa gua kasih ke penonton kematian itu sangat dekat. Gua belajar dari kematian-kematian karakter," tuturnya.