Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2023 | 20.48 WIB

Film Marui Video, Buka Kasus Pembunuhan Berujung Teror

Marui Video. - Image

Marui Video.

Korea Selatan tidak hanya memukau lewat drama atau film bergenre romance dan fiksi. Film horornya pun tak kalah menarik. Misalnya Marui Video, film horor found-footage yang membikin penasaran sejak menit awal.

---

MARUI Video mengisahkan tentang sekelompok reporter dari salah satu media besar di Korea Selatan yang mencari tahu tentang pembunuhan di sebuah losmen di Busan pada 1992. Kasus itu memiliki bukti kuat berupa rekaman video yang tidak pernah dipublikasikan karena sangat brutal. Para reporter itu berhasil menemukan rekaman tersebut yang ternyata menjadi awal mula dari kutukan dan teror panjang yang menghantui mereka hingga akhir.

Film ini sepenuhnya ditampilkan seolah seperti rekaman dokumenter yang dibuat senyata mungkin, mengingatkan penonton pada film sejenis seperti The Medium (2021) dan Incantation (2022).

Pada menit-menit awal, penonton diajak mengikuti perjalanan para reporter dalam menelusuri misteri pembunuhan di losmen tersebut. Meski sempat terasa membosankan, penonton harus fokus untuk memperhatikan tiap clue dan footage yang ditampilkan.

Pasalnya, film ini menghadirkan tiga cerita yang kemudian terhubung dengan satu benang merah. Tiap menitnya terasa berharga karena akan memancing rasa penasaran akan teka-tekinya. Akting para cast dalam film ini pun patut diacungi jempol.

Mereka berhasil memainkan perannya dengan baik dan natural, seolah terlihat tanpa skrip. Terutama Jo Min-kyoung yang karakternya digambarkan kerasukan hingga melakukan tindakan sadis.

’’Aku berpartisipasi dalam film ini karena aku merasa yakin aku benar-benar anggota dari tim reporter dan sedang bekerja, daripada akting,’’ kata Min-kyoung sebagaimana dilansir dari Sports Khan. Begitu pula dengan aktor-aktor sampingan yang ’’diwawancarai’’ dalam film ini. Semua terasa natural.

Marui Video minim jumpscare. Bahkan, sosok yang ditampilkan pun tidak berwajah seram. Namun, film ini berhasil membangun kengerian lewat gerakan kamera, ekspresi wajah, hingga plot twist-nya. Film ini seolah menegaskan bahwa sosok yang paling menyeramkan tetaplah manusia itu sendiri.

’’Aku ingin itu terasa seperti hal yang nyata, dan aku membuatnya dengan harapan bahwa aku ingin keluar dari teater sambil merinding di batas antara kisah nyata dan palsu yang terasa nyata,’’ kata sutradara Yoon Joon-hyeon sebagaimana dilansir dari Maekyung.

Sayangnya, film ini tidak menampilkan klimaks seperti yang diharapkan. Penyelesaian masalahnya terkesan malas dan terlalu simpel. Misalnya ketika shaman atau dukun yang berhasil memancing arwah untuk keluar dan mengungkap misteri kematiannya dengan mudah. Marui Video juga berakhir dengan ending khas film horor found-footage, yakni teror yang masih akan terus berlanjut. (adn/c17/ayi)

TRIVIA

Seo Hyun-woo, pemeran production designer dalam film ini, awalnya tidak diberi skenario utuh. Melainkan skenario dalam bentuk jurnal interview. Hal itulah yang kemudian membuatnya tertarik dan penasaran.

Body cam benar-benar dipasang di tubuh Hyun-woo untuk merekam scene dengan lebih nyata. Dia mengaku sempat ketakutan dan merinding, terutama

di lokasi yang terlihat kosong. Jo Min-kyoung juga merasakan ketakutan serupa. Selama syuting, dia tinggal

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore