Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 April 2023 | 03.48 WIB

The Super Mario Bros. Movie Ajak Bernostalgia dengan Game Legendaris, Jebakan Plotnya Mudah Ditebak

The Super Mario Bros. Movie.

Super Mario Bros. menjadi salah satu karakter dari video game besutan Nintendo yang paling populer. Illumination Entertainment di bawah naungan Chris Meledandri pun meliriknya untuk mewujudkannya menjadi layar lebar dalam The Super Mario Bros. Movie.

---

THE Super Mario Bros. Movie menjadi film layar lebar kedua adaptasi karakter Super Mario Bros. yang pernah dirilis. Sebelumnya, ada Super Mario Bros. (1993), film live-action yang dibintangi Bob Hoskins dan John Leguizamo. Meski demikian, The Super Mario Bros. Movie sangat berbeda dengan versi Hoskins karena dibuat dalam versi animasi yang disempurnakan.

Film ini menceritakan asal usul Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day), kakak beradik keturunan Italia-Amerika yang merintis bisnis sebagai tukang ledeng di Brooklyn, New York City. Mereka berusaha lebih dikenal dengan ikut membantu permasalahan pipa yang mengakibatkan banjir di Brooklyn. Namun, peristiwa itu justru membawa mereka terdampar di kerajaan aneh.

Mario masuk ke Mushroom Kingdom yang dipimpin Princess Peach (Anya Taylor-Joy). Luigi mendarat di Dark Lands yang dipimpin penjahat bernama Bowser (Black Jack). Bowser ingin menikahi Peach dan menghancurkan kerajaannya jika dia menolak. Kehadiran Mario membawa angin segar bagi Mushroom Kingdom. Dia pun memulai petualangannya bersama Princess Peach demi menyelamatkan kerajaan jamur imut tersebut.

Cerita yang ditawarkan film ini sangat sederhana dan simpel. Siapa pun bisa dengan mudah memahaminya, termasuk anak-anak, mengingat film ini menyasar penonton dari semua kalangan umur. Karakternya tidak hanya berasal dari video game stand-alone Mario, tetapi juga dari seri game dari universe Mario lainnya seperti Mario Kart dan Donkey Kong.

Film ini menjadi mimpi menjadi kenyataan bagi para penggila video game Mario. Penonton diajak bernostalgia melalui cerita dan visualnya yang menarik.

’’Semua orang yang membuat film ini hanyalah fanatik Mario yang gila. Dengan lebih dari 40 tahun karakter dan pengetahuan, ini benar-benar tentang memutuskan apa yang ingin kami lihat di film dan kemudian memutuskan cara terbaik untuk mengekspresikan ide-ide tersebut secara sinematik,’’ kata Matthew Fogel, penulis film ini, sebagaimana yang dilansir dari Script Magazine.

Namun, karena ceritanya yang sederhana, penonton dewasa mungkin bisa merasa bosan. Plotnya dapat ditebak secara jelas, yang mungkin justru menjadi pusat kesenangan anak-anak. Terdapat bumbu komedi yang kadang terasa bland.

Kurangnya keberagaman ras pada jajaran pengisi suara juga membuat film ini mendapat tatapan sinis dari para kritikus. Namun, tampaknya hal itu tidak menjadi concern bagi penonton umum. Film ini masih menjadi pilihan utama keluarga dalam menghabiskan hari libur Paskah. (adn/c14/ayi)

Trivia

- Merek permainan piano yang dimainkan Bowser dalam film itu adalah Ludwig von Koopa. Dia adalah Koopaling tertua dalam video game Super Mario Bros. yang kali pertama diperkenalkan final boss di dunia ketujuh dalam Super Mario Bros. 3 (1998).

- Karakter dari game Mario beberapa kali diselipkan dalam film-film Illuminati. Misalnya, The Lorax (2012) dan Despicable Me (2017) yang menyebutkan Donkey Kong.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore