Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2023 | 01.33 WIB

The Super Mario Bros. Movie: Surat Cinta Setelah 3 Dekade Penantian

Mario dan Luigi dalam The Super Mario Bros. Movie (Universal Pictures) - Image

Mario dan Luigi dalam The Super Mario Bros. Movie (Universal Pictures)

Review Film, oleh Banu Adikara

JawaPos.com - Tanggal 28 Mei 1993, sebuah film berjudul Super Mario Bros. dirilis oleh Buena Vista Pictures Distribution, yang kelak kemudian dikenal sebagai Walt Disney Studios Motion Pictures. Sesuai dengan judulnya, film ini merupakan adaptasi live action dari salah satu video game terpopuler di dunia besutan Nintendo, Mario Bros.

Sayangnya, film ini gagal total di pasaran. Para penggemar Mario Brosdi seluruh dunia begitu kecewa dan murka lantaran film ini betul-betul jauh di luar ekspektasi mereka. Kritikus film pun habis-habisan menghujani film karya sutradara Rocky Morton dan Annabel Jankel ini dengan ulasan yang pedas.

Sosok Mario dan adiknya Luigi yang saat itu diperankan Bob Hoskins dan John Leguizamo pun tidak luput dari cercaan lantaran dinilai tidak bisa merepresentasikan sosok dua bersaudara tersebut layaknya di dalam video gim.

Kegagalan Super Mario Brospun akhirnya terlupakan dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Tiga dekade pun berlalu. Akhirnya, sebuah film adaptasi Mario Bros. yang semestinya hadir di layar lebar.

Mengusung judul The Super Mario Bros. Movie, film animasi yang diproduseri langsung oleh sang kreator Shigeru Miyamoto ini akhirnya berhasil mengobati 'luka lama' yang pernah ada tersebut.

Tidak mau mengulangi kesalahan 30 tahun lalu, sutradara Aaron Horvath dan Michael Jelenic betul-betuln mengemas The Super Mario Bros. Movie sebagai 'surat cinta' untuk para penggemarnya.

Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) adalah kakak beradik yang sedang merintis karir mereka sebagai tukang reparasi leding di Brooklyn.

Titik balik hidup mereka, yang selalu diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh keluarga dan lingkungan sekitar, akhirnya berubah ketika tanpa sengaja keduanya terhisap masuk ke dalam warp pipe saat sedang berusaha memperbaiki kebocoran saluran air di bawah tanah.. Pipa misterius itu lalu membawa mereka ke dimensi lain menembus ruang dan waktu.

Di lorong ruang dan waktu yang menghisap mereka, Mario dan Luigi terpisah. Sang kakak yang berbaju merah mendarat di Mushroom Kingdom. Bertekad untuk menyelamatkan Luigi dan pulang ke Brooklyn, Mario ditemani oleh salah satu penduduk setempat bernama Toad (Keegan-Michael Key) pun memohon bantuan kepada penguasa Mushroom Kingdom, Princess Peach (Anya Taylor-Joy).

Di lain pihak, Luigi terdampar di Dark Lands yang dikuasai Bowser (Jack Black), antagonis utama di film ini. Bowser adalah seekor kura-kura raksasa penyembur api pemimpin klan Koopa yang punya mimpi untuk menikahi Peach dan menguasai dunia.

Takdir pun akhirnya membuat Mario dan Luigi harus berjuang bertahan hidup sembari mencoba menyelamatkan Mushroom Kingdom dari rencana jahat Bowser.

Sebagai sebuah film animasi yang banyak memberikan fan service dan easter eggs untuk mereka yang paham betul seluk beluk dunia Mario Bros., The Super Mario Bros. Movie harus diakui betul-betul memanjakan mata dan telinga.

Tidak tanggung-tanggung, film ini tidak hanya memuat petualangan Mario dan Luigi dalam gim Mario Bros., tapi juga memasukkan banyak unsur dari gim-gim Mario lainnya. Sebut saja seperti gim Mario Kart dan Donkey Kong (yang juga dihadirkan di film ini dengan pengisi suara John Cena, Red).

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore