Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 April 2023 | 13.55 WIB

Nindy Ayunda Sebut Oknum TNI yang Geruduk Rumahnya Cari Dito Mahendra

enyanyi Nindy Ayunda usai menjalani pemeriksaan terkait kasus kepemilikan senjata api suaminya di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (27/1/2021). ANTARA/Devi Nindy. - Image

enyanyi Nindy Ayunda usai menjalani pemeriksaan terkait kasus kepemilikan senjata api suaminya di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (27/1/2021). ANTARA/Devi Nindy.

JawaPos.com - Penyanyi Nindy Ayunda mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia melaporkan kejadian yang membuatnya trauma. Kekasih Dito Mahendra itu mengaku diintimidasi puluhan oknum TNI.

“Saya melaporkan kasus teror yang saya alami pada hari Minggu (2/4) malam dan Senin (3/4) pagi, teror itu masih berjalan sampai hari ini,” ujar Nindy Ayunda kepada wartawan, Kamis (6/4), seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).

Nindy Ayunda mengungkapkan kejadian itu berawal saat dirinya melakukan perjalanan ke Palembang pada Sabtu (1/4) untuk menemui seseorang, bersama teman perempuannya. Sesampai di lokasi, dia tak menemukan orang yang dituju, namun malah mendapatkan intimidasi.

“Saya langsung ke rumahnya (yang dituju) saya diadang 10 preman, ini mengintimidasi saya. Tapi alhamdulillah saya bisa keluar dari perkampungan sana, teman-teman bisa tahu Tangga Buntung, itukan (wilayah) sangat seram,” jelasnya.

Selanjutnya, bersama temannya mereka balik ke Jakarta, Minggu (2/4). Dia menuju rumah adiknya di Kebayoran, dan di situ kembali mendapati dirinya diintai pria-pria bertubuh tegap.

Nindy mengatakan bahwa oknum TNI itu mencari Dito Mahendra. “Di depan (rumah) ada tiga orang yang mencurigakan, badannya tegap, setelah itu pembantu saya (bilang) orang yang mencari Pak Dito (Mahendra). Saya suruh kunci (rumah), tiba-tiba ramai datang tiga, lima, sepuluh itu oknum dari TNI,” sebutnya.

Pukul 22.00 WIB, Nindy panik mendapati banyak oknum TNI. “Apakah kedatangan saya ke Palembang membuat ancaman untuk oknum TNI tersebut. Ancaman dimulai 22.00 malam sampai jam 07.30 WIB pagi, saya enggak tidur sama sekali. Saya tidak bisa beribadah, sahur juga tidak tenang,” jelasnya.

Hingga Nindy melaporkan kasus ini ke LPSK dan sebelumnya sudah melaporkan Puskom. “Kenapa saya datang ke sini, saya meminta perlindungan LPSK terhadap ancaman dan teror saya dan keluarga. Peristiwa ini menimbulkan trauma karena yag datang bukan satu, tapi betul-betul 30 orang,” sebut Nindy.

“Saya sudah mendapatkan data-datanya orang itu, (ada) HS pangkatnya letkol. Mereka melakukan hal itu kepada saya, saya juga bingung. Saya kan warga sipil, kalau saya melakukan kesalahan harusnya yang menjalankan polisi bukan TNI,” bebernya.

Seteru Nikita Mirzani ini merasa kehidupannya terancam, dan tak berani menemui anaknya. Karena khawatir orang-orang itu bakal membuat anak-anaknya dalam keadaan tidak aman. Padahal, dia sendiri tak mengerti mengapa diintimidasi.

“Keadaan saya tidak nyaman, tidak tenang. Saya juga susah bertemu anak-anak saya, karena saya enggak mau mereka tahu pergerakan saya,” pungkas Nindy Ayunda.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore