
Statue karakter anime dijual lebih mahal dari pada action figure. Selain lebih rumit pembuatannya, ternyata juga berlisensi asli.
JawaPos.com - Hari terakhir Indonesia Comic Con 2018 tak hanya dibanjiri cosplayer tapi juga surga bagi para pencinta Anime, games, komik, DC, Marvel, Disney dan ratusan brand ternama lainnya. Salah satu booth yang menarik perhatian pengunjung dan ramai dikunjungi adalah Toyz Corner, di mana patung-patung dari karakter Marvel dan DC dipajang sedemikian rupa.
Mulai dari Predator, Batman, hingga Captain America melengkapi gelaran booth tersebut. Berbeda dari action figur, patung-patung aneka karakter Marvel dan DC itu ditawarkan dengan harga yang cukup menguras dompet dan membuat pengunjung menghela nafas panjang.
Hal itu lantaran kisaran harga dimulai dari terendah Rp 2,6 juta hingga termahal Rp 28 juta. Meski demikian, ada saja pengunjung yang rela merogoh koceknya dalam-dalam. Diakui pemilik toko, pengunjung yang membeli memang tidak banyak, namun branding lah yang jadi tujuan mereka, bukan penjualan.
"Antusiasme dari kemarin luar biasa ya, ramai foto-foto, yang beli cuma beberapa. Tapi, tujuan kita emang buat branding sih," ungkap pemilik booth, Mulyanto, di Indonesia Comic Con, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).
Statue termahal jatuh pada karakter Predator yang dihargai Rp 28 juta rupiah. Sementara terendah, jatuh pada The Wasp.
"Kalau action figure Rp 100 ribu-an juga ada. Statue tergantung skalanya kan, yang 1 jutaan juga ada, cuma kalau yang di bawa ke sini terendah ya, 2 jutaan. Soalnya, dia bahannya mudah pecah kan," sambung pria yang akrab disapa Mul itu.
Berbisnis Statue Marvel dan DC telah ditekuninya sejak tahun 2005. Berawal dari hobi, dia dan sang istri, Dolly, memutuskan membuka toko khusus karakter Marvel dan DC hingga kini. Tahun ini juga kali ketiga mereka berpartisipasi di Indonesia Comic Con.
"Ini tahun ketiga kami ikut (Comic Con), harga-harga segitu karena license-nya itu mahal. Yang kita jual semua ada license, jadi bukan patung tanpa license dari Marvel atau DC nya. Lagi pula statue-nya, handcraft juga sebenernya, jadi dengan harga segitu wajarlah," timpal Dolly, istri dari Mulyanto yang juga merangkap sebagai manajer toko.
Diakui Dolly, dia hanya ikut-ikutan suami memulai koleksi action figure maupun statue Marvel. Lama kelamaan, dia mendukung hobi sang suami menjadi bisnis keluarga.
"Saya mah ikut-ikutan suami, disebut pemilik toko atau manajer terserah dia lah," ujarnya seraya tertawa saat ditanyai perannya dalam booth Toyz Corner itu.
Dibandingkan dengan action figure, pasangan suami istri itu lebih memilih statue meski harga yang ditawarkan lebih mahal. Belum lagi perawatannya yang harus ekstra hati-hati.
"Kalau action figure lebih beragam pose. Kalau patung udah fix pose kaya gini. Dan dia limited edition, ada license-nya. Misal, cuma dibikin 1000 di dunia, terus tiap patung ada nomornya, ini semua impor. Market patung lebih kecil sih dibanding action figure soalnya kan harganya lumayan mahal ya. Harus hati-hati juga takutnya pecah atau retak," tutup Mul.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
