
Inarah Syarafina
INARAH Syarafina melakukan debut penyutradaraan film panjang lewat Temurun. Dia masuk jajaran sutradara horor termuda dari kalangan generasi Z. Tentu banyak hal baru yang dipelajari dan dialami kekasih Umay Shahab, produser Temurun, itu selama proses produksi. Termasuk menyadari serunya kerja bareng pasangan. Lalu, apa saja pengalaman lain yang didapat Inarah?
---
Apa yang membuat Inarah semangat kerja bareng Umay?
Beruntung karena kami punya ketertarikan yang sama. Kami bisa saling tukar pikiran. Padahal, kami berdua itu sangat berbeda referensi filmnya. Umay suka drama romansa dan melankolis banget. Nah, aku sukanya film horor. Jadi, kami bisa saling kasih insight.
Sejak kapan Inarah menyukai film horor?
SMA, kayaknya. Pas SMP sih udah suka, tapi belum yang explore gitu.
Inarah menyebutkan bahwa Hereditary dan Midsommar merupakan dua film horor favorit. Apakah Inarah penyuka jenis horor okultisme?
Sebenarnya nggak juga, sih. Aku juga suka psychological thriller. Pokoknya apa pun jenis horor.
Apakah film-film tersebut menjadi referensi Inarah menggarap Temurun? Baik dari unsur sinematografi, set, ataupun lainnya.
Secara langsung sih nggak. Kami selaku tim produksi sudah menggodok seluruh ide kreatif untuk mencapai visual dan penggambaran wardrobe yang artistik.
Umay lebih dulu punya nama besar di industri hiburan tanah air. Apakah Inarah sudah siap menerima segala kritikan dari publik?
Insya Allah, siap, karena kalau berkarya pasti nggak bisa maksa semua orang untuk suka. Kritik itu selalu aku ambil untuk belajar dan improve ke depannya. Apalagi, aku pasti nggak luput dari kesalahan dan kekurangan.
Baca Juga: Horor, Suami Pelaku Mutilasi Ciamis Diduga Sempat Tawarkan Potongan Tubuh Istrinya ke Warga
Genre horor masih banyak diminati di industri film lokal. Apa Inarah sempat merasa terbebani dikelilingi sutradara-sutradara senior?
Beban pasti ada. Terus melihat film horor sekarang juga keren-keren. Tapi, itu nggak membuat diriku kayak ’aduh harus gimana nih kalau nanti ada saingan dari senior?’. Aku fokus sama apa yang mau aku sajikan dan sampaikan di film ini serta bagaimana proses kreatifnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
