Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Mei 2024 | 13.58 WIB

Generasi Baru Sutradara Indonesia, Inarah Syarafina: Aku Fokus sama Apa Yang Mau Aku Sajikan

Inarah Syarafina - Image

Inarah Syarafina

INARAH Syarafina melakukan debut penyutradaraan film panjang lewat Temurun. Dia masuk jajaran sutradara horor termuda dari kalangan generasi Z. Tentu banyak hal baru yang dipelajari dan dialami kekasih Umay Shahab, produser Temurun, itu selama proses produksi. Termasuk menyadari serunya kerja bareng pasangan. Lalu, apa saja pengalaman lain yang didapat Inarah? 

---

Apa yang membuat Inarah semangat kerja bareng Umay?

Beruntung karena kami punya ketertarikan yang sama. Kami bisa saling tukar pikiran. Padahal, kami berdua itu sangat berbeda referensi filmnya. Umay suka drama romansa dan melankolis banget. Nah, aku sukanya film horor. Jadi, kami bisa saling kasih insight.

Sejak kapan Inarah menyukai film horor?

SMA, kayaknya. Pas SMP sih udah suka, tapi belum yang explore gitu.

Inarah menyebutkan bahwa Hereditary dan Midsommar merupakan dua film horor favorit. Apakah Inarah penyuka jenis horor okultisme?

Sebenarnya nggak juga, sih. Aku juga suka psychological thriller. Pokoknya apa pun jenis horor.

Apakah film-film tersebut menjadi referensi Inarah menggarap Temurun? Baik dari unsur sinematografi, set, ataupun lainnya.

Secara langsung sih nggak. Kami selaku tim produksi sudah menggodok seluruh ide kreatif untuk mencapai visual dan penggambaran wardrobe yang artistik.

Umay lebih dulu punya nama besar di industri hiburan tanah air. Apakah Inarah sudah siap menerima segala kritikan dari publik?

Insya Allah, siap, karena kalau berkarya pasti nggak bisa maksa semua orang untuk suka. Kritik itu selalu aku ambil untuk belajar dan improve ke depannya. Apalagi, aku pasti nggak luput dari kesalahan dan kekurangan.

Genre horor masih banyak diminati di industri film lokal. Apa Inarah sempat merasa terbebani dikelilingi sutradara-sutradara senior?

Beban pasti ada. Terus melihat film horor sekarang juga keren-keren. Tapi, itu nggak membuat diriku kayak ’aduh harus gimana nih kalau nanti ada saingan dari senior?’. Aku fokus sama apa yang mau aku sajikan dan sampaikan di film ini serta bagaimana proses kreatifnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore