Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 16.20 WIB

Alshad Ahmad Bantah Anak Harimau Peliharaannya Mati akibat Makan Daging Wagyu A5

Alshad Ahmad memberi makan anak harimau peliharaannya, Cenora dan Teona, daging Wagyu A5. - Image

Alshad Ahmad memberi makan anak harimau peliharaannya, Cenora dan Teona, daging Wagyu A5.

JawaPos.com–Kematian anak harimau bernama Cenora milik Alshad Ahmad menghebohkan publik karena dinilai mendadak. Warganet menduga, Cenora mati karena makan daging wagyu A5.

Mendengar rumor yang beredar soal kematian anak harimaunya, Alshad Ahmad buka suara dalam Instagram story di akun pribadinya pada Rabu (26/7).

Kak mungkin karena daging Wagyu kak, kasihan kak,” tanya netizen melalui DM Instagram.

Alshad Ahmad menjelaskan, harimau memang memakan daging. Dia membantah ada bakteri dari daging Wagyu A5 tersebut.

Harimau makannya daging, kalau ga dikasih daging mau dikasih makan apa? Jadi harimau vegan? Kalau masalah khawatir kenapa bakteri dari daging itu, kemarin hasil autopsinya ususnya bagus dan sehat, gaada masalah di usus,” jawab Alshad

Sebelumnya, pemilik anak harimau itu memberikan Cenora dan Teona daging Wagyu A5 yang ditayangkan di kanal YouTube miliknya. Alshad juga membantah Cenora mati karena kelelahan karena kerap dibuat konten oleh pemiliknya.

Apa karena dia kelelahan?” tanya netizen.

Menurut Alshad, pihaknya telah berkonsultasi ke dokter. Jika kelelahan jantungnya rusak dan hasil pemeriksaan otopsi Cenora jantungnya bagus dan sehat.

Alshad menyampaikan, Cenora memang bukan mengonsumsi ASI dari induknya. Sebab, induknya sudah tiga kali kelahiran tidak memberikan ASI dan Kolostrum.

ASI dan Kolostrum dari induknya memang yang terbaik, tapi udah tiga kali kelahiran induknya tidak memberikan ASI dan Colostrumnya akhirnya anaknya mati. Sehingga pilihan lain kita kasih colostrum yang bukan dari induknya,” ungkap Alshad, sepupu Raffi Ahmad itu.

Alshad Ahmad membantah seluruh dugaan kematian Cenora yang dilayangkan netizen. Dia meminta netizen agar menunggu hasil lab dan diagnosis dari dokter hewan. Pemeriksaan lab akan berlangsung kurang lebih selama satu bulan.

”Pemeriksaan sementara baru itu dan hasil lab diperkirakan satu bulan dan gua harap perkiraan kalian salah karena itu sangat buruk bagi gua dan gua merasa bersalah banget,” ucap Alshad.

Dia mengaku selalu berkonsultasi dan mengikuti semua saran yang diberikan dokter hewan dan tim ahli dari luar negeri yang disebutnya sebagai The Expert.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore