JawaPos.com - Hasil analisis dan survei yang dikeluarkan oleh Cydem International Research Rey Utami dinobatkan sebagai artis paling kaya nomor 1 di Indonesia dengan total kekayaan mencapai Rp 4,7 triliun. Hasil ini cukup mengejutkan.
Masuknya istri Pablo Benua itu menjadi artis terkaya nomor 1 di Indonesia mengalami lompatan besar. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya nama Rey Utami tidak masuk dalam daftar artis terkaya di Indonesia.
Iskandar Sitorus dari Indonesia Audit Watch (IAW) mengatakan, hasil analisis yang dikeluarkan Cydem International Research harus menjadi perhatian Direktorat Jenderal Pajak. Ini perlu dilakukan untuk memastikan Rey Utami tidak melakukan pengemplangan pajak apabila kekayayaannya memang benar Rp 4,7 triliun.
"Kami berpikir bahwa apa yang disebut oleh lembaga ini menjadi cermatan tersendiri bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk menelitinya. Jika tidak terbukti, ini suatu rangkaian kata-kata bohong yang bisa menyesatkan publik dan patut aparat hukum menguji kebenaran klaim itu," kata Iskandar Sitorus kepada JawaPos.com, Kamis (6/7).
Dia secara pribadi meragukan kebenaran analisis data dan survei yang dikeluarkan Cydem International Research. Dia pun meminta rekam jejak Cydem untuk ditelusuri. Iskandar Sitorus menduga ada kepentingan di balik perilisan hasil analisis dan survei tersebut.
"Hal-hal seperti ini menurut kami tidak baik dikumandangkan ke tengah-tengah publik apalagi disebarluaskan ke banyak orang. Ini bisa masuk kategori menyesatkan, lepas apa pun kepentingannya," tutur Iskandar Sitorus.
"Sekali lagi mengukur seseorang mempunyai kekayaan luar biasa atau di atas rata-rata itu hanya pada ukuran pajak yang dikeluarkannya kepada negara. Harus sepadan antara pajak yang dikeluarkan dengan kekayaan yang diklaimnya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Rey Utami disebut-sebut sebagai artis paling kaya nomor 1 di Indonesia. Rey Utami disebut memiliki kekayaan sekitar Rp 4,7 triliun. Kekayaan tersebut diduga berasal dari suaminya, Pablo Benua,yang merupakan pengusaha tambang nikel di Sulawesi Tengah sekaligus CEO dari PT Sentul City Central Property.